blank
Muhammad Rafid Pratama, berfoto bersama orang tua dan neneknya. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus, KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz, mengajak semua umat Islam untuk membiasakan dan memperbanyak membaca Alquran.

Menurutnya, rumah yang banyak lantunan ayat suci Alquran, akan banyak keberkahan dan dijauhkan dari keburukan. Disebutkan dia, Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang luar biasa.

Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat memberikan mauidzah hasanah pada acara Khotmil Qur’an kedua si Ponpes Alquran Al-Masthuriyah, Ngaliyan, Semarang, Minggu (10/8/2025), yang berlangsung di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang.

BACA JUGA: Hindari Pelanggaran, Sebab akan Membawa Masalah dan Kesulitan

Acara ini diikuti 69 santri, dimana sembilan santri menuntaskan khataman AlQuran bil hifdzi (hafalan), dan 60 santri khataman bin nadzor (membaca dari mushaf). Mayoritas santri merupakan mahasiswa UIN Walisongo, yang menimba ilmu agama sekaligus kuliah di kampus itu.

Kiai Ulil Albab menegaskan, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW, hendaknya di rumah-rumah diperbanyak dengan membaca Alquran. Bacaan yang diperbanyak dibaca di rumah bukanlah membaca koran, majalah, novel, atau asyik dengan gawai.

”Rumah yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan untuk membaca Alquran, maka akan sedikit kebaikannya, dan akan banyak kejelekannya di rumah itu,” kata dia.

BACA JUGA: Tim KKN USM Sosialisasi Pemanfaatan Medsos pada Pelaku UMKM

Sementara itu, pengasuh Ponpes Alquran Al-Masthuriyah, KH Zaenal Arifin SHI MAg AH Al Hafidz, dalam sambutannya menyatakan, acara ini menjadi momen yang luar biasa bagi perkembangan ponpesnya. Sejak berdiri pada 2018, ini adalah haflah kedua, dan ini sudah genap delapan tahun.

”Kami dulu mendirikan pesantren ini dengan niat tulus ikhlas menjaga warisan Nabi Muhammad SAW, yaitu Alquran. Dan semoga kehadiran Al Masthuriyah ini, bisa memberikan kontribusi kepada umat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Al Masthuriyah sebagai ponpes Alquran, tidak hanya fokus pada aspek bacaan dan hafalannya saja. Namun juga karakter, adab, dan juga pelaksaan syariat para santri, dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-80, Lapas Semarang Gelar Porseni bagi WBP

”Keinginan kami, alumni Al Masthuriyah tidak hanya tartil membaca Alquran, tidak hanya hafal Alquran saja, namun juga berakhlak qurani,” harap dia.

Salah satu peserta Khotmil Quran, Muhammad Rafid Pratama, juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, wali santri yang telah hadir dalam acara penuh berkah ini.

”Hari ini, tidak hanya kami saja yang bahagia, namun juga orang tua kami. Doakan kami, agar bisa selalu istikhamah mencintai, membaca, mengajarkan dan mengamalkan Alquran,” tukasnya.

Daftar 9 Santri Khotmil Quran Bil Hifdzi:
1. Ahmad Kamalul Huda Guci – Mursal Chandra
2. Muhammad Khilmi Zakariya – Ahmad Jami’an
3. Hisyam Abdullah Omar – Mulyadi
4. Muhammad Agil Al Hadif – Bisri Khoirul Anam
5. Mughni Labib Almufti – Muh Akrom Aminudin
6. Muhammad Rafid Pratama – Aris Syaefudin Zuhri
7. Mukhamad Ilyas – Muslikh
8. Ahmad Ramadani Bustomi – Yazid Bustomi
9. Ahmad Habibul Anami – Khoirul Anam

Riyan