blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat ikut menyaksikan penilaian inovasi Rumah DataKu Desa Maduretno secara manual. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Desa Maduretno Kalikajar Wonosobo terpilih di tingkat nasional melalui inovasi Rumah DataKu (RDK) Langgeng Kencana dalam ajang Apresiasi Rumah DataKu Tingkat Nasional tahun 2025.

Hal itu, menunjukkan keseriusan Pemkab Wonosobo dalam membangun keluarga yang berkualitas. Inovasi Rumah DataKu mewakili Kabupaten Wonosobo dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu.

Bupati Afif Nurhidayat menegaskan, keberadaan RumahDataKu merupakan bagian penting dari upaya membangundesa berbasis data yang akurat dan terbarukan.

Pihaknya berkomitmen mendukung sepenuhnya keberadaan Rumah DataKu sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat mikro.

“Kami bersyukur, seluruh Desa dan Kelurahan di Wonosobo kini telah membentuk Kampung Keluarga Berkualitas yang terintegrasi dengan Rumah DataKu,” aku dia.

Rumah DataKu Langgeng Kencana menjadi sorotan karena keberhasilannya dalam mengintegrasikan sistem pengelolaan data kependudukan melalui platform digital “Desa Cantik” (Desa Cinta Statistik).

Inovasi ini memungkinkan pembaruan data secara berkala dan pemanfaatan lintas sektor yang lebih efektif, dari perencanaan pembangunan hingga pelayanan administrasi.

Tidak hanya menjadi tempat penyimpanan data, Rumah DataKu Langgeng Kencana telah berevolusi menjadi pusat pengelolaan dan pembaruan data yang dinamis.

Data kependudukan yang dikelola tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diolah, diperbarui dan dipelihara secara sistematis.

Basis Data

blank
Desa Maduretno Kalikajar mengharumkan nama Wonosobo lewat penilaian inovasi Rumah DataKu oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI. Foto : SB/Muharno Zarka

Rumah DataKu ini telah menjadi sarana pelayanan administrasi desa berbasis data, sekaligus ruang interaksi warga dan media edukasi masyarakat terkait isu-isukependudukan.

“Semoga Desa Maduretno Kalikajar bisa mengharumkan nama Wonosobo di tingkat nasional. Semangat kolaboratif menjadi fondasi utama keberhasilan ini,” tutur Afif.

Pemerintah Desa Maduretno, dinas teknis, kader, bidan desa, dan masyarakat bersatu dalam upaya menghadirkan pembangunan berbasis data yang partisipatif dan berkelanjutan.

Keberhasilan Desa Maduretno menunjukkan bahwa data bukan sekadar angka, melainkan fondasi penting untuk membangun desa yang inklusif, ramah anak, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.

“Dengan data yang akurat dan termutakhir, pembangunan menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana desa membangun masa depan bersama,” ujar Bupati.

Pemkab Wonosobo berharap praktik baik Desa Maduretno Kalikajar dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

Sebagai bagian dari gerakan nasional penguatan basis data mikro, Rumah DataKu telah menunjukkan wajah baru pembangunan desa yang berorientasi padakesejahteraan warganya.

Keikutsertaan Rumah DataKu Langgeng Kencana dalam apresiasi tingkat nasional bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi juga pengakuan atas pentingnya inovasi desa dalam membangun Indonesia dari pinggiran, melalui data yang kuat dan kolaborasi yang solid.

“Mari terus dukung inovasi dan semangat desa-desa dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju melalui data yang kuat,” pungkasnya.

Bukti Sinergi

Sementara itu, Kepala Dinas PPKBPPPA Wonosobo, Dyah Retno S menambahkan bahwa penguatan Rumah DataKu bukan hanya soal digitalisasi, tetapi juga tentang membangun ekosistem desa cerdas berbasis data. Keterlibatan aktif masyarakat dan stakeholder menjadi kunci.

“Rumah DataKu Maduretno adalah bukti sinergi nyata antara masyarakat, pemerintah desa dan stakeholder dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Digitalisasi data bukan tujuan akhir, tapi sarana mempercepat pelayanan dan pengambilan keputusan yang tepat,” tegasnya.

Dalam wawancara dengan tim penilai nasional, turut disampaikan testimoni dari beberapa pihak yang telah memanfaatkan data di Rumah DataKu Desa Maduretno.

Kepala Dinas Sosial PMD, Bidan Desa, Ketua PPKBD, dan Pemerintah Desa Maduretno menyampaikan bagaimana data yang dikelola melalui “Desa Cantik” telah membantu dalam berbagai intervensi program, mulai dari kesehatan ibu dan anak, bantuan sosial, hingga pendidikan anak usia dini.

Dalam ajang Apresiasi Rumah DataKu Tingkat Nasional Tahun 2025, sebanyak 10 Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia berhasil lolos ke tahap penilaian nasional.

Dari jumlah tersebut, 4 Kabupaten termasuk dalam kategori Rumah DataKu Digital, salah satunya adalah Kabupaten Wonosobo melalui Rumah DataKu Langgeng Kencana DesaMaduretno.

Sementara itu, 6 Kabupaten/Kota lainnya masuk dalam kategori Rumah DataKu Konvensional. Proses penilaian dilakukan langsung oleh tim dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen, Desa Maduretno telah membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi, data dan harapan bagi masa depan bangsa.

Muharno Zarka