SRAGEN (SUARABARU.ID) – Koperasi Waras RSUD Dokter Soehadi Prijonegoro Sragen panen buah melon jenis lavender hasil budi daya anggota disambut suka cita, Jumat (1/08/2025).
Wajah para anggota koperasi terlihat “sumringah” setelah mengetahui Bupati Sigit Pamungkas beserta Ny. Linda istri Bupati, Sekda Hargiyanto serta pejabat utama Pemkab Sragen ikut memanen melon lavender berkulit kuning cerah itu.
“Menanam buah melon itu kerja santai, tapi menghasilkan,” seloroh Bupati Sigit Pamungkas disambut tepuk tangan saat hendak memulai panen melon lavender.
Bupati Sigit didampingi istri Linda memilih dan memetik sendiri melon hasil panen di greenhouse yang berada di rooftop lantai lima gedung RSUD Sragen.
“Saya minta instansi pemerintah juga bisa memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami berjenis buah atau tanaman sayur,” pesan Bupati yang mengenalkan program kunjungan Work From Society (kerja dari masyarakat) itu.
Di lahan instansi, lanjut Bupati bisa dimanfaatkan. Tidak hanya ditanami melon, tapi bisa juga ditanami tanaman buah, cabai dan berjenis sayuran.
Dikatakan produksi buah maupun sayur dari masyarakat, bisa diintegrasikan untuk memenuhi material kebutuhan progam Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bisa menjadi alternatif pensuplai kebutuhan buah dan sayur untuk MBG,” tutur Bupati Sigit.
Ketua Koperasi Waras RSUD Sartono menjelaskan budidaya Melon Lavender didanai anggota Koperasi Waras RSUD dr.Soehadi Prijonegoro. Lokasi greenhouse berada di rooftop atau lantai lima RSUD Sragen.
Di sana terdapat dua greenhouse, tiap grenhouse yang dibangun dengan dana Rp 360 juta untuk menanam 1.120 pohon melon. “Diperkirakan dua setengah tahun, sudah balik modal,” katanya.
Setiap panen, satu greenhouse bisa menghasilkan uang Rp 45 juta. Dengan produksi melon dengan berat 1,5 kg – 2 kg per buah.
“Tapi lahan untuk greenhouse melon itu menyewa. Nanti kalau diperiksa BPK itu termasuk pendapatan lain-lain,” terang dr Joko Haryono, MKes Dirut RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen.
Terpisah, dokter Haris Almacca mengungkapkan rasa melon lavender produk Koperasi Waras Farm rasanya lebih crispy atau renyah. Karena menggunakan sistem hidroponik di lantai lima dan media tanamnya tidak terkena kelembapan tanah.
“Rasanya jadi lebih enak, lebih crispy,” terang dokter Haris Almacca, Wadir Pelayanan dan Mutu RSUD Sragen yang penyuka buah itu.
Anind













