JEPARA (SUARABARU.ID) – Diantara Dua ribu perwira TNI / Polri yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto Negara Republik Indonesia pada Rabu 23 Juli 2025 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, ada satu yang berasal dari Jepara. Perwira itu adalah Letda Marinir Ahmad Sholakhudin Shofa lulusan dari Akademi Angkatan Laut ( AAL ) angkatan 71 tahun 2025.
Sebelumnya ia menapaki jenjang pendidikannya di SD Negeri 1 Bandungrejo lulus tahun 2016, SMP Negeri 1 Kalinyamatan lulus tahun 2019 dan SMA Negeri Pecangaan lulus th 2022
Anak kedua dari pasangan suami istri Serma ( Purn) Kusnadi dan Sholehah asal desa Bandungrejo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara berhasil menyelesaikan pendidikan di AAL.
Sebanyak 2.000 calon perwira remaja resmi dilantik dalam upacara tersebut, terdiri atas 827 lulusan Akademi Militer (Akmil), 433 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 293 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 447 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) dilantik langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2025.
Disinggung mengenai keberhasilan anaknya menjadi Perwira TNI AL , Serma ( purn ) Kusnadi seorang purnawirawan TNI AL mengatakan bahwa ia dan keluarganya sangat bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucap alhamdhulillah hirobill alamin atas karunia yang diberikan kepada keluarganya.
“Tentunya kami bangga dengan keberhasilan putra kami dan tentunya tidak luput doa dari kedua orang tua serta doa dari segenap keluarga dan rekan kami,” ujar Serma ( purn) Kusnadi.
Sebagai orang tua Serma ( purn) Kusnadi berharap semoga anaknya menjadi pemimpin yang amanah dan sukses dalam meniti karirnya.
Sementara Letda Mar Akhmad Sholahuddin Shofa, yang saat ini sedang cuti usai pendidikan saat ditemui di rumahnya Kamis 24 Juli 2025 mengungkapkan, Praspa (Prasetya Perwira) ini adalah momen puncak yang menandai berakhirnya pendidikan dan dimulainya pengabdian yang sesungguhnya, dan juga titik akhir dari segala pengorbanan, kerja keras, dan tempaan selama bertahun-tahun pendidikan militer.
” Momen ini menjadi penutup babak , namun sekaligus membuka lembaran baru, dilantik menjadi perwira menjadikan mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih yang harus saya emban,” ujar perwira muda kelahiran Jepara 16 Maret 2004 ini.
Disinggung mengenai suka duka selama menjalani pendidikan di AAL sampai menjadi letnan dua ia mengaku bangga yang luar biasa. “Memakai seragam, melewati setiap tahapan pendidikan yang ketat, dan mengetahui bahwa saya sedang dibentuk untuk mengabdi kepada negara adalah perasaan yang tidak ternilai,” ungkapnya
Ia juga menjelaskan, kebersamaan dan solidaritas juga menjadi ciri selama pendidikan. “Kami belajar untuk saling mendukung, membantu, dan mengandalkan satu sama lain dalam suka maupun duka. Disamping itu juga membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan pantang menyerah,” imbuhnya.
Sementara dukanya adalah jauh dari keluarga. Komunikasi yang terbatas dan rutinitas yang padat seringkali membuat rasa rindu sesekali muncul.
“Meskipun ada duka dan tantangan, saya percaya bahwa semua itu adalah bagian dari proses pembentukan yang diperlukan. Suka yang saya rasakan, terutama kebanggaan, persaudaraan, jauh lebih besar dan berharga daripada duka yang ada,” pungkasnya.
Hadepe – Edy Sulton













