SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa, sebagai tempat sosialisasi intensif tentang nilai-nilai yang menentukan. Karena itu, menjadi kewajiban setiap warga Muhammadiyah, untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (Samawa).
Demikian dikedepankan Ustadz Wiwaha Aji Santosa SPd, saat tampil memberikan tausiyah di Masjid An-Nur, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo ini, menyampaikan hal itu Rabu malam, (23/7/25), saat berlangsung putaran Ke-8 kajian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Tokoh muslim Sukoharjo, Begug SW, mengabarkan, kajian dihadiri para Pengurus Ranting Muhammadiyah dan para Pengurus Ranting Aisiyah (PRA) dari Jetis-1 dan Jetis-2, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PPM) Sukoharjo, Takmir Masjid An-Nur serta Kokam Cabang Sukoharjo.
Acara diawali sambutan Ketua PRM Jetis-2, Ir H Rudy Setyohadi. ”Alhamdulillah malam ini adalah kajian Pimpinan Muhammadiyah putaran 8 dari 17 putaran yang direncanakan,” ujarnya. Adapun tema kajian malam ini, tentang “Kehidupan dalam keluarga”. Harapannya, dengan kajian ini, bisa terus berkelanjutan dengan peserta dari seluruh kader persyarikatan di kelurahan Jetis. ”Seperti yang terjadi malam ini, kajian terselenggara cukup sukses,” ujarnya.
Ustadz Wiwaha Aji Santosa, menyampaikan, Muhammadiyah bukanlah sebuah aliran baru dalam islam. Muhammadiyah adalah wadah untuk mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Adapun bicara tentang PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), disebutkan bahwa keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa. Sebagai tempat sosialisasi nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan, dalam upaya menjadikan setiap warga Muhammadiyah mampu mewujudkan kehidupan keluarga yang Samawa.
Keluarga-keluarga di lingkungan Muhammadiyah, dituntut untuk benar-benar dapat mewujudkan keluarga sakinah yang terkait dengan pembentukan ‘Gerakan Jamaáh dan Dakwah Jamaah. ”Ini demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tandas Ustadz Wiwaha.(Bambang Pur)













