JEPARA (SUARABARU.ID) – Matahari pagi baru saja mulai menyinari halaman SDN 3 Tempur ketika suara riuh rendah anak-anak mengisi udara. Hari ini, Rabu, 23 Juli 2025, bukan hari biasa. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekolah mengadakan kegiatan Istimewa, Edu Wisatadi Kampoeng Kopi Tempur, salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Wisata Tempur. Edu Wisata ini tidak lepas dari keindahan alam dan kekayaan budaya lokal.
Pagi yang Penuh Semangat di Sekolah
Kegiatan dimulai dengan senam pagi ceria di halaman sekolah. Dengan iringan musik yang menggebu, puluhan siswa berseragam bergerak kompak mengikuti instruksi guru. Tawa riang dan semangat mereka terpancar jelas, seolah tak sabar untuk memulai petualangan hari ini.

Usai senam, seluruh siswa dan guru berdiri tegap menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suara mereka yang lantang menggema, mengingatkan betapa pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Kepala Sekolah SDN 3 Tempur Eko Hery Rukminto, S.Pd membuka acara pagi ini dengan memberikan pengarahan. “Anak-anak, hari ini kalian tidak belajar di kelas. Kita akan belajar langsung dari alam! Di Kampoeng Kopi Tempur, kalian akan melihat bagaimana indahnya ciptaan Tuhan, belajar bekerja sama, dan mengenal potensi wisata di desa kita sendiri. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik!,” pintanya
Sorak-sorai kegembiraan langsung memecah keheningan. Beberapa anak bahkan sudah mulai membayangkan petualangan seru yang menanti mereka.
Perjalanan Menuju Kampoeng Kopi Tempur
Dengan berjalan beriringan, rombongan siswa dan guru meninggalkan sekolah menuju Kampoeng Kopi Tempur, yang terletak sekitar 2 km dari SDN 3 Tempur. Sepanjang perjalanan, pemandangan hijau dan gemericik air sungai kecil menyambut mereka. Udara sejuk pegunungan membuat perjalanan terasa ringan, meski perjalanan sedikit jauh karena di tempuh dengan jalan kaki.

Sesampainya di lokasi, para siswa disambut oleh Mahfud Ali selaku Carik Desa Tempur sekaligus pemilik dari Kampoeng Kopi Tempur. Mereka langsung terpesona dan berlarian dengan riang melihat tenda-tenda yang tertata rapi, dihiasi dengan pepohonan rindang dan bunga-bunga liar yang bermekaran. Suara burung berkicau dan gemuruh air sungai di kejauhan menambah suasana semakin hidup. Ada sejumlah kegiatan seru dan penuh makna dilakukan bersama.
Outbond: Melatih Kerja Sama dan Keberanian
Kegiatan pertama adalah outbond. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tantangan bermain game seru yang berjudul “kereta buta” yaitu bermain mengambil bola berkelompok dengan ditutup matanya, permainan estafet air, dan bermain game mencari pasangan . Di sini, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang pentingnya kerja sama, komunikasi, dan pantang menyerah.

“Ayo, kita bisa! Belok kiri kiri kanan!”* teriak Haikal, salah satu siswa, saat timnya berusaha mengumpulkan bola bola kecil didepannya. Meski beberapa kali salah warna bola, mereka akhirnya berhasil melewati rintangan dengan suka cita.
Bermain di Sungai: Menyatu dengan Alam
Setelah outbond, anak-anak diajak bermain di sungai kecil yang jernih. Mereka belajar mengenali ekosistem sungai, seperti bebatuan, ikan-ikan kecil, dan tumbuhan air. Beberapa anak bahkan mencoba membuat bendungan kecil dari batu, sementara yang lain asyik menciprat-cipratkan air dengan tawa riang.
“Lihat, ada ikan kecil di sini! Wah, airnya dingin sekali!”* seru Elsa sambil mencoba memegang seekor ikan kecil yang berenang di antara tangannya.

Guru pendamping pun tak lupa mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.
Belajar Mendirikan Tenda: Kemandirian di Alam Bebas
Kegiatan terakhir adalah belajar mendirikan tenda. Para siswa diajarkan cara memasang tiang, mengaitkan tali, dan menguatkan pondasi tenda. Awalnya, banyak yang kesulitan, tetapi setelah beberapa kali mencoba, akhirnya beberapa tenda berhasil berdiri dengan kokoh.
“Ternyata mendirikan tenda tidak mudah, ya! Tapi seru!”* kata Zahra sambil mengusap keringat.
Setelah petualangan dan tantangan main selesai dilanjut dengan makan bekal Bersama sama,keceriaan,kegembiraan dan keseruan mereka tidak lagi mampu digambarkan dan dibilang alhamdulillah sukses projek hari ini.
Makna di Balik Kegiatan Edu Wisata
Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi sarana untuk: Mengenalkan anak-anak pada potensi wisata lokal, sehingga mereka bangga akan kekayaan alam daerahnya, Membangun kecintaan pada alam dengan cara langsung berinteraksi dengannya, Melatih kemandirian, kerja sama, dan keberanian melalui aktivitas outbond dan survival dasar dan Mempromosikan Kampoeng Kopi Tempur sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat luas.
Pulang dengan Kenangan dan Pelajaran Berharga
Saat matahari mulai condong ke barat, kegiatan pun berakhir. Wajah-wajah lelah namun bahagia terlihat jelas di antara para siswa. Mereka pulang bukan hanya dengan kenangan menyenangkan, tetapi juga pengalaman belajar yang tak terlupakan.
“Kapan kita bisa ke sini lagi, Bu Guru? Seru banget hari ini!” tanya salah satu siswa dengan mata berbinar.
Guru-guru pun tersenyum, senang melihat antusiasme anak-anak. Mereka berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan kepedulian terhadap lingkungan.
Edu Wisata di Kampoeng Kopi Tempur telah memberikan warna berbeda dalam perayaan Hari Anak Nasional tahun ini. Melalui petualangan di alam terbuka, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mencintai tanah airnya sendiri. Terima kasih Kampoeng Kopi Tempur, Semoga semakin berkembang dan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga kelestarian alam.
Hadepe – Muhajanah, S.Pd













