blank
Foto bersama siswa dan guru di dalam kelenteng. Foto: SB/Endang

JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Welahan tahun ini. Sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara tentang optimalisasi pelaksanaan MPLS Ramah, seluruh satuan pendidikan diwajibkan melaksanakan kegiatan eduwisata dengan destinasi di lingkup desa, kecamatan, atau kabupaten setempat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, pada Sabtu (19/07), sebanyak 255 siswa baru kelas 7 SMP Negeri 1 Welahan mengikuti kegiatan eduwisata ke Kelenteng Hian Thian Siang Tee, salah satu situs sejarah budaya Tionghoa yang terletak di pusat Desa Welahan. Dengan menggunakan 7 armada bus mini, para siswa berangkat menuju lokasi eduwisata didampingi oleh para guru dan Kepala Sekolah.

blank
Kepala Sekolah turut serta mendampingi siswa di kegiatan edu wisata ke kelenteng Welahan. Foto: SB/ Endang

Meski kelenteng tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggal para siswa, sebagian besar dari mereka mengaku baru pertama kali mengunjungi kelenteng yang dikenal sebagai salah satu yang tertua di Indonesia ini. Antusiasme pun tampak jelas sejak keberangkatan hingga selama berada di area kelenteng.

Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh pemandu wisata kelenteng yang dengan sabar dan penuh semangat menjelaskan setiap bagian bangunan, sejarah pendirian kelenteng, serta fungsi religius dan sosial dari tempat ibadah ini. Mereka diajak mengenal nilai-nilai budaya, toleransi, serta warisan arsitektur kuno berbahan kayu jati asli yang masih lestari hingga kini.

blank
Pemandu wisata kelenteng menjelaskan setiap bagian bangunan kelenteng dengan sabar dan penuh semangat. Foto: SB / Endang

Beberapa siswa mengaku takjub dengan pengalaman kunjungan ini. Fawwaz, salah satu siswa kelas 7A, menyampaikan kesannya, “Saya beberapa kali lewat depan kelenteng, tapi baru kali ini masuk dan mendengarkan langsung sejarahnya. Ternyata sangat menarik dan berharga.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh Farhat, siswa lainnya, yang merasa kunjungan ini membuka wawasannya. “Saya baru tahu kalau bangunan kelenteng ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Penjelasan dari pemandu sangat menarik dan membuat saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang budaya Tionghoa,” ujarnya.

blank
Para siswa menyempatkan foto bersama di halaman kelenteng.. Foto: SB/ Endang

Selama kunjungan, para siswa mencatat berbagai informasi penting, mengambil dokumentasi, dan berdiskusi dengan guru pembimbing tentang nilai-nilai yang bisa dipetik dari kunjungan tersebut. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan diolah menjadi laporan kegiatan eduwisata sebagai bagian dari refleksi pembelajaran selama MPLS.

Kepala SMP Negeri 1 Welahan, Rofii, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan sekitarnya, tetapi juga untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kearifan lokal dan warisan budaya bangsa.

“Kelenteng Hian Thian Siang Tee adalah warisan sejarah yang penting. Dengan mengenalnya sejak dini, siswa tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga belajar menghargai perbedaan dan membangun sikap toleransi,” ujarnya.

Kegiatan eduwisata ini diharapkan menjadi pengalaman awal yang berkesan dan bermakna bagi siswa baru dalam mengawali perjalanan mereka di SMP Negeri 1 Welahan, sekaligus memperkuat semangat belajar melalui pendekatan kontekstual yang menyenangkan.

Hadepe – Endang