TEMANGGUNG (SUARABARU.ID)-Kementerian Sosial RI terus berupaya memenuhi fasilitas belajar –mengajar bagi para siswa Sekolah Rakyat. Salah satunya fasilitas seragam sekolah dan laptop.
“Saat ini fasilitas seragam dalam proses pengiriman, dan ditargetkan sebelum `17 Agustus akan terpenuhi sebelum 17 Agustus. Sedangkan , untuk laptop sambil menunggu proses pengiriman akan kita sediakan dari tempat-tempat lain yang bisa dipakai,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 16 Temanggung, Jumat ( 18/7/2025) sore.
Agus Jabo mengatakan, di awal masuk sekolah semua siswa Sekolah Rakyat telah menjalani tes kesehatan dan hasilnya semuanya sehat. Kegiatan MPLS tersebut akan berlangsung selama dua pekan.Setelah itu, kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah Rakyat akan berlangsung.
Menurutnya, kegiatan MPLS tersebut dirancang untuk membentuk kemandirian dan membekali para siswa dengan kebiasaan baik dalam keseharian di lingkungan yang baru. Selain itu , agar para siswa bisa saling berinteraksi, sehingga mereka bisa menyesuaikan kehidupan di asrama.
“Selama pelaksanaan MPLS, para siswa dilatih kedisiplinan. Termasuk dilatih mengenai jadwal-jadwal tidur hingga kegiatan apa saja yang harus dijalankan siswa,”katanya.
Ia menambahkan, bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, pemerintah menyediakan beasiswa. Sementara, bagi siswa yang memilih langsung bekerja, tersedia berbagai program pendidikan vokasional yang disiapkan untuk mempersiapkan keterampilan mereka di dunia kerja.
Sementara itu Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 16 Temanggung, Agus Adibil Muhtar mengatakan, selama mengikuti MPLS tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan tentang kedisplinan dan aktivitas keseharian. Melainkan, MPLS juga membuka jendela baru membuka jendela baru bagi anak-anak untuk mewujudkan cita-cita mereka.
“Melalui MPLS yang sudah berjalan selama lima hari ini, mereka mendapatkan banyak pengetahuan .Kegiatan tersebut semakin membuka wawasan mereka untuk bagaimana mempersiapkan masa depannnya,” katanya.
Agus Adibil mengatakan, setelah MPLS, pihaknya mempersiapkan program pembelajaran selama tiga bulan mendatang. Yakni mempersiapkan para siswa untuk mempersiapkan diri dalam menerima pelajaran.
Pada proses kegiatan belajar –mengajar di Sekolah Rakyat tersebut, menggunakan kurikulum kombinasi kurikulum. Yakni, kurikulum vokasional dari Dinas Pendidikan dan kearifan lokal di Temanggung.
Ia menambahkan,di Sekolah Rakyat Menengah Atas 16 Temanggung, jumlah siswanya sebanyak 125 anak.Terdiri atas 56 siswa laki-laki dan 69 siswa perempuan, sedangkan jumlah guru 17 dan wali asuh siswa sebanyak 14 orang. W. Cahyono













