blank
Seorang siswa berani tampil di depan menjawab pertanyaan dari Ipda Joko Susilo. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Puluhan siswa SD mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan cara yang tak biasa, yakni di Kantor Polsek Gabus, Jumat (18/7/2025).

Para siswa yang berasal dari SDN 3 Pelem, SDN 1 Kalipang, SDN 1 Bendoharjo, dan SDN 1 Pelem itu tampak antusias sejak pagi saat tiba di Mapolsek Gabus.

Petugas menyambut anak-anak tersebut dengan ramah di ruang rapat Polsek yang disulap menjadi aula edukatif penuh keceriaan.

BACA JUGA : Pengajian Umum Hari Bhayangkara ke-79 Polres Kudus, KH. Anwar Zahid: Polisi Juga Butuh Doa

Kanit Samapta Polsek Gabus, Ipda Joko Susilo, langsung menyapa anak-anak dengan sapaan hangat sebelum memulai sesi MPLS yang dikemas secara santai dan mendidik.

Anak-anak duduk rapi sambil bernyanyi bersama polisi. Lagu-lagu anak yang ceria memecah kesan kaku ruang kantor polisi dan membuat suasana makin akrab.

Ipda Joko menyampaikan materi ringan yang sarat nilai moral, seperti pentingnya tolong-menolong, tidak mengejek teman, dan membangun rasa empati.

“Polsek Gabus menerima kunjungan siswa dari empat SD. Mereka datang bergiliran dari pukul 08.00 pagi hingga selesai,” terang Ipda Joko Susilo.

Dalam MPLS ini, polisi juga memperkenalkan bahaya perundungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya keselamatan berkendara sejak usia dini.

Petugas memberi pesan agar siswa tidak menerima makanan atau barang dari orang yang tidak dikenal, disampaikan dengan kalimat sederhana agar mudah dipahami.

“Katakan ke orang tua agar selalu memakai helm. Kalau perlu, dipaksa demi keselamatan bersama,” ujar Ipda Joko menyelipkan pesan lalu lintas.

MPLS di Polsek Gabus ini juga mengusung konsep Polisi Sahabat Anak, yang mendorong pendekatan humanis dan penuh empati kepada siswa sekolah dasar.

Kapolsek Gabus, AKP Candra Bayu Septi, menilai kegiatan ini mampu membangun komunikasi positif antara polisi dan anak-anak di usia sekolah.

“Saya mendukung penuh MPLS ini. Anak-anak jadi lebih tahu soal disiplin, anti bullying, bahaya narkoba, dan keselamatan berlalu lintas,” kata AKP Candra Bayu.

BACA JUGA : Harga Beras Medium di Kudus Naik, Warga Mulai Merasa Terbebani

Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa yang awalnya canggung dan takut menjadi lebih terbuka dan aktif selama kegiatan berlangsung.

Zahra, salah satu siswa, mengaku awalnya gugup, namun akhirnya senang bisa bernyanyi dan bermain bersama polisi yang ramah dan bersahabat.

“Senang ikut nyanyi bareng sama Pak Polisi,” ungkap Zahra.

TYA WIDYA