JEPARA (SUARABARU.ID)— Jepara bersiap mencatatkan sejarah baru dalam panggung budaya Nusantara. Yayasan Praja Hadipuran Manunggal akan menggelar Kirab Tombak Agung sebagai rangkaian sakral Grebeg Mulud Njeporonan 2025 pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kirab ini akan menempuh jalur penuh nilai spiritual dan historis, dari Astana Mantingan menuju Pendhapa Kabupaten Jepara, sebagai simbolisasi kesinambungan antara leluhur, rakyat, dan pemerintahan. Ratusan peserta akan membawa tombak, tidak hanya sebagai lambang kekuatan fisik, tetapi juga sebagai simbol nilai-nilai waskita, wirang, dan wicaksana dalam tradisi keprajuritan spiritual Jawa.

Acara ini ditargetkan untuk memecahkan Rekor MURI sebagai Kirab Tombak Terbanyak di Indonesia.
Ketua Yayasan Praja Hadipuran Manunggal, KRT Anam Satyonagoro, menyampaikan bahwa kirab ini adalah ajakan untuk kembali kepada akar budaya sebagai fondasi spiritual masyarakat.
> “Kirab ini bukan sekadar helaran tombak, melainkan laku budaya. Setiap individu yang berjalan dalam kirab sedang membawa amanah leluhur: menjaga marwah budaya di tengah zaman yang serba cepat dan sering kehilangan akar,” ujar KRT Anam.
Yayasan Praja Hadipuran mengundang seluruh lapisan masyarakat, pegiat budaya, komunitas, dan organisasi adat untuk berpartisipasi dalam kirab ini. Pendaftaran peserta kirab dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi panitia, atau dengan mengikuti kanal informasi di Instagram: [@grebeg\_mulud\_njeporonan](https://instagram.com/grebeg_mulud_njeporonan).
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya Jepara di tingkat nasional, sekaligus ajang pemersatu spiritualitas dan identitas lokal.
Hadepe – Adi Pratama













