SEMARANG – SUARABARU.ID : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh mendorong Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang terus berperan dalam pembangunan daerah melalui hasil riset dan inovasi yang telah dimiliki.
Dia menyebut, Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 baru saja disahkan dalam paripurna DPRD Jateng bersama Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Saleh mengatakan, pembangunan yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah bersifat tematik. Pada tahun ini fokus pada pembangunan infratruktur, lalu pada 2026 fokus pada ketahanan pangan.
Dari hal ini, DPRD Jateng meminta Undip turut serta menyukseskan pembangunan pemerintah daerah melalui riset dan inovasi yang dimiliki.
BACA JUGA : Mohammad Saleh Dorong agar Ikatan Penyuluh KB Menjadi Garda Depan Pengentasan Stunting
Saleh mencontohkan, inovasi teknologi D’Ozone yang diciptakan Prof. Muhammad Nur, Guru Besar Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, bisa mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah.
“UNDIP kan dulu pernah teknologi Prof Nur, D’ozon atau penelitian-penelitian lain,” kata dia dalam Talkshow “Peran Kampus untuk Pembangunan Jawa Tengah” bersama Rektor UNDIP Prof. Suharnomo di Gedung Rektorat UNDIP, Jumat (11/7/2025).
Pihaknya juga mendorong UNDIP apabila memiliki inovasi dan teknologi yang bisa mendukung program Pemprov Jateng bisa dikolaborasikan.
“Tentu bicara pangan kan gak hanya bicara padi dan jagung, tapi mungkin dari penelitian yang sebelumnya tidak terekspos, tentu di tahun ini produk-produk yang Undip punya kami dikasih, pemerintah dikasih,” imbuh Saleh.
“Karena di situ kami juga bisa mendorong karena ketahanan pangan kan bukan hanya di pertaniannya saja, tapi juga pasca itu, mungkin teknologi pasca panen, D’ozon bisa memperpanjang umur sayuran saya kira kami juga bisa ikut mendorong,” kata dia.

Lebih lanjut pihaknya akan mengoptimalkan fungsi DPRD sebagai lembaga yang memiliki tugas pokok dalam hal penganggaran, legislasi atau pembentukan Perda, serta pengawasan.
Dikatakan dia, pada tahun 2019 DPRD Jateng sudah mengeluarkan Perda Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kemudian pada tahun 2022 sudah terbentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Pihaknya mendorong UNDIP bisa bekerja sama dengan Pemprov Jateng melalui BRIDA untuk mendukung program pembangunan demi kemajuan Jawa Tengah.
“Maka bagaimana mengoptimalkan kolabrasi dan sinergi antara kami punya BRIDA dengan UNDIP sebagai lembaga yang punya penelitian-penelitian itu tidak berjalan sendiri-sendiri,” tandas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.













