WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik SMP Negeri 2 Giritontro Kabupaten Wonogiri, mengikuti Diklat jurnalistik. Dengan semangat literasi dan kepenulisan, puluhan siswa mengikuti Diklat yang dilaksanakan Kamis (10/7/25) di ruang multi media sekolah.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah (Kasek), Retno Wulandari SPd, MPd didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Agung Bayu Saputra SPd dan Wakasek Bidang Kesiswaan Syarif Aminudin SAg yang sekaligus sebagai Pembina Jurnalistik, dan bertindak sebagai pemateri utama dalam Diklat.
Dalam sambutannya, Kasek Retno Wulandari, menyatakan, jurnalistik adalah ujung tombak sekolah dalam menyampaikan kegiatan-kegiatan positif kepada masyarakat luas. ”Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi benar-benar memberikan bekal kepada siswa untuk terus belajar, berpikir kritis, mampu menyampaikan informasi secara jujur dan bertanggung jawab,” ujar Kasek Retno.
Melalui kegiatan ini, para siswa didorong aktif menjadi juru bicara sekolah melalui karya-karya jurnalistik yang kreatif. Baik melalui majalah dinding, buletin, maupun media sosial (Medsos) sekolah.
Materi disampaikan oleh Syarif Aminudin, meliputi pengertian dan fungsi jurnalistik, teknik dasar penulisan berita (5W+1H), etika jurnalistik pelajar, teknik wawancara, praktik membuat berita.
Motivasi
Dalam sesi pelatihan, turut diundang dua alumni SMP Negeri 2 Giritontro, Kania dan Denisa Wardani, yang aktif di dunia jurnalistik tingkat sekolah maupun komunitas. Keduanya, menyampaikan materi tentang pemberitaan dan cara mengedit video dan foto. Kehadiran keduanya, memberikan inspirasi dan motivasi tersendiri bagi adik-adik kelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan ilmu yang diterima. Para siswa berlatih menulis berita berdasarkan wawancara dan pengamatan mereka selama kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Felisa, menyampaikan terima kasih kepada pembina dan sekolah, yang sudah memberikan kami ruang untuk belajar jurnalistik. ”Kegiatan ini sangat bermanfaat, dan bisa langsung kami praktikkan. Semoga ini dapat kami gunakan dalam kehidupan sekarang dan masa depan,” ucapnya penuh semangat.
Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa dapat berkontribusi aktif dalam membangun media internal sekolah, seperti mading, buletin, dokumentasi kegiatan, hingga media sosial sekolah. Sekolah menargetkan, kegiatan publikasi informasi sekolah dapat dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru pembina.
Kegiatan ini dirancang sebagai agenda rutin tahunan, menjadi bagian dari penguatan budaya literasi, karakter, dan keterampilan.
Diklat jurnalistik ini, juga membentuk karakter disiplin dan objektif, teliti, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital saat ini.(Bambang Pur)













