blank
Ketua PWRI Kec. Keling, Drs Heri Purwanto saat memberikan sambutan. Foto: Sarwijiyanti

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memperingati HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke – 63,  PWRI Keling mengadakan kegiatan khusus bersamaan dengan pertemuan rutin bulanan, pada Rabu  9 Juli 2025. Kegiatan  yang berlangsung di Gedung PWRI Kecamatan Keling ini  dihadiri sekitar 85 prosen anggota ini berlangsung  meriah tetap dalam kesederhanaan.

Dalam sambutannya Ketua PWRI Kecamatan Keling Drs. Heri Purwanto menjelaskan, PWRI merupakan organisasi para pensiunan yang tergabung dari berbagai elemen berhimpun menjadi  satu tujuan yaitu lansia yang bangkit, sehat, dan sejahtera.

blank
Sarwijiyanto, M.Pd saat membawakan Macapat, Dhandanggula Laras Pelog Pathet Nem yang diciptakan khusus untuk HUT PWRI. Foto: Dok Pribadi

“Perjalanan PWRI selama 63 tahun sudah banyak menunjukkan kiprah yang luar biasa terhadap pensiunan. Kualitas hidup menuju sejahtera nampak pada para pensiunan,” ujar Heri Purwanto

Dalam kesempatan tersebut Heri Purwanto mengajak para pensiunan anggota PWRI mengenal hal-hal yang  sering dihadapi lansia yaitu 3 S dan sekaligus tips untuk mengatasi  persoalan tersebut. Sebab Sebagian besar anggota PWRI adalah pensiunan dengan usia lebih 60 tahun.

blank
Pengurus PWRI Kercamatan Keling. Foto: Sarwijiyanti

Menurut Heri Purwanto, para pensiunan sering kali merasakan telah semakin sepuh yang artinya semakin bertambah usia dimana dengan bertambahnya usia semakin berkurang penglihatan, pendengaran, dan mungkin juga perasaan.

Kemudian juga mungkin menghadapi perasaan sepi.  “Dimana suasana rumah berubah, anak-anak meninggalkan kita karena berkeluarga ataupun bekerja. Adakalanya kita juga  merasa merasakan  dirinya sepah,   terbuang tidak berguna, tutur Heri Purwanto.

blank
Anggota PWRI Kecamatan Keling. Foto: Sarwijiyanti

Karena itu Heri mengajak semua anggota untuk melawan anggapan tersebut.   “Untuk mengatasi 3 S dilawan juga dengan dilawan dengan  3 S. Pertama; sehat jasmani dan rohani yang seimbang. Jangan biarkan pikiran dan perasaan kita tertekan hingga  stress  karena akan mudah sakit,” ungkapnya.

Sedangkan kedua para pensiunan harus tetap memiliki semangat untuk mengabdikan diri di tengah-tengah keluarga dan Masyarakat. “Jangan seperti boneka yang  lunglai dan tak memiliki semangat. Berikutnya adalah selalu sukacita apapun masalah yang dihadapi.

blank
Anggota PWRI Kecamatan Keling. Foto: Sarwijiyanti

Ia juga memberikan tips Lansia Bahagia yang merupakan singkatan dari : Berat badan jangan berlebihan, Atur makan dengan gizi seimbang. Hindari yang menjadi faktor penyakit menular, Agar tetap berguna lakukan kegiatan yang bermanfaat sesuai kemampuan; Gerak badan atau olahraga minimal 30 menit sehari; Iman dan taqwa dijaga sesuai aturan agama; Awasi tubuh dengan pemeriksaan secara rutin menggunakan BPJS

Dalam acara tersebut juga diisi  oleh para anggota secara spontanitas diantaranya penampilan  macapat, kerocong, dan langgam campursari sebagai wujud gerak lansia bangkit menuju Indonesia emas sejahtera lahir dan batin

Hadepe – Sarwijiyanti, M.Pd