blank
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (bercaping kanan) memimpin panen raya kunyit di sentra pertanian empon-empon di Dusun Sanggrahan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Rabu (9/7/25), mengabarkan, Bupati Setyo Sukarno memimpin panen raya kunyit (Curcuma longa) di sentra pertanian empon-empon di Dusun Sanggrahan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.

Ikut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujianto. Penanaman empon-empon jenis kunyit, menjadi bagian dari program Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi rempah-rempah lokal. Mayoritas penduduk Dusun Sanggrahan bermata pencaharian sebagai petani kunyit. Sementara permintaan kunyit dari pasar Jakarta mencapai sekitar 40 ton sepanjang Tahun 2024.

“Melalui panen raya ini, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, serta terbukanya jalur pasokan ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” kata Bupati Setyo Sukarno.

Bupati Setyo Sukarno, mengajak para petani khususnya di wilayah Desa Hargantoro dan umumnya di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri, untuk menggiatkan budidaya tanaman empon-empon dengan lebih baik. Yakni dengan memberikan pemeliharaan, perawatan dan pemupukan secara cukup, agar panenannya meningkat.

Nilai Tinggi

“Mari kita budayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yang minim perlakuan dan dapat dilakukan secara sederhana, yang mampu memberi kontribusi positif yang signifikan terhadap pendapata,” tandas Bupati Setyo Sukarno. Salah satu pilihannya, adalah membudidayakan tanaman empon-empon atau tanaman herbal, termasuk diantaranya bertanam kunyit.

Bupati mengapresiasi PT Biokenversi Indonesia yang telah mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang teknis bertani dengan cerdas. Yaitu bertani dengan memanfaatkan prinsip pertanian yang efektif dan efisien, untuk meningkatkan hasil dan meningkatkan kesejahteraan petani. ”Harapan kita, program ini dapat berlanjut dan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani,” tandas Bupati

Budidaya empon-empon, jangan hanya berhenti di Kecamatan Tirtomoyo saja, tetapi juga di wilayah lain di Kabupaten Wonogiri, sesuai dengan potensi komoditas yang sesuai dengan kondisi iklim yang ada. Hal ini mengingat Wonogiri memiliki keragaman potensi pertanian yang luar biasa.
Kunyit atau kunir, adalah tanaman rempah-remnpah yang banya manfaat. Selain sebagai bumbu, kunir juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kunyit telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan, termasuk peradangan dan masalah pencernaan. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Yang bermanfaat meredakan peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi, mencegah penyakit jantung, membantu mengurangi gejala depresi, memiliki sifat antikanker.(Bambang Pur)