blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Direktur RSUD dr Soedirman dr Arif Komedi menjenguk bayi kembar tiga, Rabu 9/7.(Foto:SB/Prokopim),

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani Rabu (9/7) menjenguk bayi kembar tiga (triplet) yang lahir dengan selamat di RSUD dr. Soedirman Kebumen.

Kehadiran Bupati disambut langsung oleh Direktur RSUD dr Soedirman dr Arif Komedi MSc serta para dokter yang menangani kelahiran bayi kembar identik tersebut.

Bupati langsung menyapa kedua orang tua bayi kembar tiga, serta mendatangi bangsal anak tenpat ketiga bayi merah itu dirawat. Lilis pun menanyakan riwayat kelahiran bayi dan  dan memberi berbagai nasihat dengan penuh kasih ke ibu bayi.

Tiga bayi perempuan kembar identik itu buah hati pasangan Paryudi (37) dan Tri Susanti (36), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo Kebumen, kini menjadi sorotan setelah melewati perjuangan panjang pasca-kelahiran prematur.

Keajaiban ini pun menarik perhatian Bupati Lilis Nuryani sehingga menyempatkan secara khusus menjenguk ketiga bayi mungil tersebut, didampingi oleh Sekda Edi Rianto, Kadinkes dr. Iwan Danardono, Plt. Kadinsos P3A Yunita Prasetyani, dan dr Nurdianasari Dewi SpOG yang kali pertama menangani ibu bayi tersebut saat konsultasi awal kehamilan.

“Alhamdulillah, semuanya berjenis kelamin perempuan, sehat, dan kemajuannya dilaporkan juga baik,”ujar Lilis dengan nada ramah.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menereahkan bantuan Rp 5 juta dari para karyawan RSUD dr Soedirman kepada orang tua bayi kembar tiga. Rabu 9/7.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga tak lupa menyampaikan pesan penting kepada para remaja putri di Kebumen pada khususnya.

“Saya berpesan kepada remaja putri khususnya, minumlah tablet penambah darah seminggu sekali. Biar lebih sehat, kuat, dan tetap semangat,”pesannya, menekankan pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.

Direktur RSUD dr Soedirman dr Arif Komedi menyambut baik kehadiran Bupati Lilis Nuryani itu sekaligus sebagai bentuk dukungan dan kepedulian Pemerintah Daerah, Bupati Lilis Nuryani menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 5 juta dai para karyawan RSUD dr Soedirman serta sejumlah perlengkapan bayi kepada keluarga Paryudi dan Tri Susanti.

Ketiga bayi kembar ini lahir dalam kondisi yang sangat prematur. Tri Susanti tiba di IGD RSUD dr. Soedirman Kebumen pada 24 Mei 2025 Pukul 19.49 WIB dengan usia kehamilan baru 28 minggu.

Perawatan intensif segera diberikan untuk mematangkan paru-paru janin. Dua hari kemudian, pada 26 Mei 2025, operasi Sectio Cesarea (SC) terpaksa dilakukan. Ketiga bayi mungil itu lahir dengan berat badan yang sangat rendah: 1.310 gram, 850 gram, dan 1.100 gram.

Kondisi berat badan lahir yang sangat rendah (BBLSR) dan bahkan ekstrem rendah (BBLER) membuat ketiga bayi merah ini memerlukan perawatan “ekstra” di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) hingga 20 Juni 2025. Selanjutnya, setelah kondisi stabil, mereka dipindahkan ke ruang Peristi (Perinatologi Risiko Tinggi).

Menurut dr. Wahyu Adiwinanto MSi Med SpA. selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) utama, bayi BBLSR dan BBLER rentan terhadap komplikasi karena organ tubuh mereka belum berfungsi optimal.

Risiko kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada bayi-bayi ini terbilang tinggi, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif, mulai dari terapi obat, nutrisi, hingga kolaborasi antar disiplin ilmu, didukung fasilitas dan alat kesehatan yang memadai.

Kondisi Membaik, Progres Positif

Berkat upaya perawatan optimal di RSUD dr Soedirman yang melibatkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata dan Dokter Spesialis Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi, kondisi ketiga bayi menunjukkan progres positif yang signifikan.

Berat badan mereka terus meningkat: bayi pertama dari 1310 gram menjadi 1825 gram, bayi kedua dari 850 gram menjadi 1320 gram, dan bayi ketiga dari 1100 gram menjadi 1625 gram. Bahkan, dua di antaranya telah berhasil dirawat di luar inkubator dengan kondisi stabil, sebuah pencapaian luar biasa.

Lebih dari itu, keberhasilan penanganan kelahiran bayi kembar tiga dengan BBLER dan BBLSR ini menjadi bukti nyata kualitas pelayanan paripurna serta kemampuan sumber daya manusia dan sarana prasarana kesehatan berkualitas di RSUD dr. Soedirman, sebagai fasilitas rujukan milik Pemerintah Kabupaten Kebumen.

blank
Kedua orang tua bayi kembar di RSUD Kebumen menerima bantuan yang diserahkan oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Rabu 9/7.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Dr Arif Komedi menambahkan, RSUD dr. Soedirman Kebumen sebagai salah satu rumah sakit milik Pemerintah Daerah berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kebumen dan sekitarnya.

Menurut Arif Komedi, sebagai rumah sakit yang telah ditunjuk menjadi rumah sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), maka pemberian pelayanan terkait dengan kesehatan ibu dan bayi menjadi salah satu prioritas layanannya. Saat ini dengan memiliki Dokter Subspesialis Fetomaternal di bidang obsgyn dan Dokter Subspesialis Neonatologi untuk penanganan pasien-pasien neonatus (bayi sampai usia 28 hari) menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh RSUD Dr. Soedirman.

Hal itu didukung pula dengan kelengkapan sarana prasarana dan alat kesehatan yang dimiliki menjadikan RSUD dr. Soedirman siap untuk menjadi rumah sakit pengampu pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) strata Madya sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024 Tentang Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker, Jantung Dan Pembuluh Darah, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Hadirnya Bupati Kebumen pada hari ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah bergerak cepat dan tanggap dalam peningkatan upaya kesehatan masyarakat khususnya pada penanganan kasus-kasus kesehatan yang memerlukan penanganan khusus serta juga menunjukkan keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap masyarakat kurang mampu.

Di sisi lain, keberhasilan perawatan kelahiran bayi kembar 3 dengan BBLR rendah ekstrim ini juga menunjukkan kualitas pelayanan yang paripurna dan kemampuan penanganan kesehatan (SDM dan sarana prasarana yang berkualitas) di Faskes Rujukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen, dalam hal ini RSUD dr. Soedirman.

Komper Wardopo