KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sekitar 700 sopir sebagian kiai perwakilan daerah se-Tanah Air diberi bimbingan teknis mengemudi yang baik di SMA Subhanul Wathon, Girikulon, Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (8 Juli 2025) malam. Dalam acara itu dihadiri Kasubdit Kamsel, Ditlantas Polda Jateng, Kompol Ferdy Kastalani, bersama Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha dan pihak terkait.
Kompol Ferdy mengatakan, kehadirannya atas undangan jajaran kiai terkait pemberian bimbingan teknis bagi sopir kiai. Atas dasar permintaan itu maka pihaknya memberikan pembekalan kepada sopir kiai.
Dia memaklumi, karena belum lama ini terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan ulama. Yakni terjadi di wilayah Jawa Timur yang melibatkan ketua PCNU.
Maka sopir akan diberi bekal tentang bagaimana cara berkendara yang memberikan keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain. Materinya tentang bagaimana cara berkendara yang baik, tata cara beretika yang baik dan bagaimana mempersiapkan diri ketika hendak berkendara. “Siap pengemudinya maupun siap kendaraannya,” tuturnya.
Dalam beberapa kecelakaan yang terjadi, menurut pengamatannya, penyebabnya akibat pengemudinya tertidur sementara, akibat kecapaian. Maka akan minta kepada sopir kiai agar ketika lelah jangan dipaksakan. “Idealnya dua sampai tiga jam mengemudi, sopir harus beristirahat,” katanya.
Maka di jalan tol, setiap 20 kilometer ada tempat beristirahat. Itu memberikan kesempatan bagi para pengemudi, ketika lelah untuk beristirahat.

Menurut dia, selama ini sopir kiai sungkan atau enggan untuk menyampaikan kepada kiainya kalau mereka lelah. Maka, diimbau jangan sampai mengorbankan orang lain. “Para kiai akan kami imbau agar memberikan waktu beristirahat bagi sopirnya. Jangan sampai ketika mengejar sesuatu, walau sopir lelah, tidak diberi waktu untuk beristirahat,” imbuhnya.
Silaturahmi Nasional
Pemimpin Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Asri
Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) ketika ditemui di sela acara itu mengatakan, malam itu adalah silaturahmi nasional sopir dan kiai. Sebenarnya sudah ada organisasinya, sopir dan kiai, lalu diadakanlah acara tersebut. Hal itu berangkat dari keprihatinan bersama, karena beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para kiai. “Malam ini ada semacam bimbingan teknis, sekaligus membuat standar operasional. Maka sengaja mengundang dari Polri, rumah sakit dan sopir,” katanya.
Selebihnya dijelaskan, akan ada perwakilan yang akan membuat
standart operating procedur (SOP) bersama. “Sopir itu kadang-kadang kan berangkat dari ketaatan kepada kiai, yang kadang rikuh pakewuh, padahal justru bisa membahayakan dirinya. Seperti capai tetap dipaksa nyopir,” katanya.
Melalui pertemuan itu akan dibuat kesepakatan bersama, berapa jam sekali harus berhenti. Kemudian kalau malam mengantar kiai, esok paginya harus beristirahat. Berarti harus ada sopir pengganti. Termasuk kesehatan sopir harus diperhatikan.
“Kami ingin, ayo berkendara yang aman dan nyaman untuk semua. Tidak hanya untuk kiai, tetapi juga untuk pengguna jalan yang lain,” harapnya.
Ditambahkan, sebenarnya pertemuan para sopir itu sudah sering dilakukan. Baru kali ini mengundang dari kepolisian dan pihak terkait.
Acara di SMA Subhanul Wathon, Girikulon, Secang, Kabupaten Magelang, berhawa dingin itu juga dihadiri anggota Komisi III DPR RI, Abdullah.
Eko Priyono













