SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Keberadaan taman di sebuah kota dirasa dapat memberikan multi manfaat bagi warga. Seperti di Taman Balekambang yang terletak di Jl Depok, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah misalnya.
Taman yang dibangun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII ini, tumbuh menjadi tempat rekreasi keluarga untuk segala usia. Orang tua bisa ngumbar bocah atau brat kid, yakni membiarkan anak-anak lepas bebas, dengan tetap memberikan pengawasan yang longgar di kawasan Taman Balekambang yang memiliki luas 9,8 Hektare (Ha).
Di area Taman Balekambang tersedia pula area Tegal Pangonan. Yakni kawasan hewan Rusa dan Ayam Kalkun yang dilepas bebaskan. Pengunjung dapat masuk untuk memberi makanan berupa irisan Wortel atau biji jagung yang telah dikecil-kecilkan (dijajakan di gerbang pintu masuk area Rusa). Anak-anak jadi gembira ketika dapat memberikan irisan wortel langsung ke mulut Rusa (Cervidae).
Sejumlah pengunjung menyatakan, sekarang Balekambang bagus elok dan asri. Tempatnya luas dan bersih. Pohon-pophonnya besar-besar berusia puluhan tahun merimbun, rindang, memberikan hawa sejuk yang segar. Penataanya rapi dan apik. Toilet bersih dan modern. Tiket masuk murah meriah, hanya RP 5 ribu/orang, tempat pakirnya luas.

Taman Balekambang, memiliki sejarah panjang dan merupakan peninggalan KGPAA Mangkunegara VII yang dibangun dengan rancang bangun Konsep Eropa dan Jawa pada Tahun 1921. KGPAA Mangkunegara VII dikenal sebagai perintis penyiaran radio di Indonesia. Yakni dengan mendirikan stasiun radio pertama di Mangkunegaran, bernama SRV (Solosche Radio Vereniging), pada tahun 1933.
Balekambang dibangun dengan memadukan Awalnya bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch. Dinamakan Balekambang, karena secara filosofis merupakan tempat persinggahan yang mengambang. Beberapa bagian bangunannya, tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
KGPAA Mangkunegara VII membangun Taman Balekambang untuk kedua putrinya, yaitu Gusti Raden Ayu (GRAy) Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Keduanya diabadikan dengan dua patung wanita yang diletakkan di dalam taman. Taman Balekambang diberi nama sesuai dengan nama kedua putri, yaitu Partinah Bosch yang merupakan semacam hutan kota, dan Partini Tuin yang merupakan kolam air.
Partinah Bosch, artinya Hutan Partinah dengan aneka macam pepohonan langka seperti Kenari, Beringin Putih, Beringin Sungsang, Apel Coklat. Aneka pepohonan ini dibiarkan tumbuh subur merimba. Dilengkapi dengan fasilitas resapan air dan berfungsi sebagai taman paru-paru di Kota Solo.
Pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII, taman ini tidak buka untuk umum. Baru pada era pemerintahan KGPAA VIII, Balekambang mulai dibuka untuk umum. Sejak itu, mulai diselenggarakan beragam kesenian untuk rakyat. Seperti Ketoprak Lesung, yakni ketoprak yang diiringi dengan dengan alunan musik dari alat penumbuh padi atau lesung.
Pada Tahun 2008 dilakukan revitalisasi dan Balekambang mulai difungsikan sebagai taman seni dan budaya, taman botani, taman edukasi dan taman rekreasi. Saat Weekday (Senin-Jumat) dibuka mulai Pukul 10.00 sampai Pukul 16.00. Kemudian pada saat Weekend (Sabtu-Minggu) jam buka lebih panjang, yakni dari Pukul 09.00 sampai Pukul 17.00(Bambang Pur)













