JEPARA (SUARABARU.ID) –SMK Negeri 2 Jepara kembali memantapkan langkahnya dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi melalui program sinkronisasi kurikulum dengan mitra industri ternama, Zoe‑Zoe by Sudarna Suwarsa dan Griya Batik Andini Jepara pimpinan pimpinan Drs, Zainuddin Aziz, Senin 7 Juli 2025 Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi siswa dengan kebutuhan nyata dunia kerja di sektor busana dan batik.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 2 Jepara Eko Prasdetyo S.Pd dengan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya sinkronisasi kurikulum SMK.

Dalam pengarahannya Plt Kepala SMKN 2 Jepara Dr. Sugiyanto, S. Pd. S. ST. M. Pd mengungkapkan sinkronisasi kurikulum sangat diperlukan antara sekolah vokasi dengan dunia kerja. “Sekolah harus melakukan adaptasi terhadap tren industri. Dengan menerapkan masukan langsung dari mitra industri fashion yang berfokus pada desain busana modern dan tradisional serta batik, kurikulum SMKN 2 Jepara diharapkan lebih responsif terhadap ciri khas dan perkembangan pasar,” ujar Sugiyanto
Disamping itu menurut Sugiyanto, melalui sinkronisasi diharapkan kompetensi yang yang dikembangkan relevan dan praktikal. Dengan demikian materi pelajaran dapat diperbarui agar siswa menguasai teknik jahit, dekorasi, pemilihan bahan, hingga manajemen produksi sesuai standar industri kerja.

Ia juga mengungkapkan pentingnya sinkronisasi untuk peningkatan peluang karier peserta didik. “Lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga punya potensi untuk langsung magang, produktif, atau bahkan wirausaha di bidang tata busana dan Batik. “Hal lain yang penting adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMKN N 2 Jepara,” terangnya
Sedangkan bentuk kolaborasi SMKN 2 Jepara dengan Zoe‑Zoe dan Andini Batik meliputi :
Penyusunan Kurikulum; Tim Kurikulum SMKN 2 Jepara berkolaborasi dengan pakar Zoe‑Zoe dan Griya Batik Andini untuk mendefinisikan unit kompetensi, jam praktik, serta materi teknis yang relevan, termasuk teknik batik dan hiasan busana, marking motif khas Jepara, dan rancang busana modern.

Pelatihan Guru dan Pengajar Praktik; Guru dari SMKN 2 Jepara mengikuti pelatihan langsung di Zoe‑Zoe dan Andini Griya Batik, belajar metode terbaru industri terkini.
Fasilitas Pendukung; Siswa mendapatkan akses ke bengkel dan studio milik industri untuk praktik real‑life dalam program PKL (praktik kerja lapangan). Mereka bekerja di lingkungan produksi profesional, menciptakan produk untuk pasar lokal maupun ekspor.
Magang dan Penyerapan Lulusan; Anak didik SMKN 2 Jepara memperoleh peluang magang langsung di Zoe‑Zoe dan Andini Griya Batik dengan kemungkinan direkrut sebagai tenaga produksi, desainer junior, atau assistant merchandiser setelah lulus.
Sementara dampak nyata bagi siswa dan sekolah; Portofolio Profesional: Produk yang dihasilkan siswa selama praktik bisa menjadi bagian portofolio profesional, meningkatkan profil mereka di mata industri. Juga Pengakuan dan Sertifikasi: Dengan menyesuaikan kompetensi lulusan dan standar industri, siswa bisa memperoleh sertifikasi keahlian yang diakui nasional.
Dampak lain adalah kesiapan inklusi pasar nasional: Mengingat fokus Zoe‑Zoe pada fashion berstandar nasional, lulusan SMK 2 Jepara diyakini lebih siap berkompetisi di pasar nasional dan global.
Program sinkronisasi kurikulum SMKN 2 Jepara dengan Zoe‑Zoe by Sudarna Suwarsa dan Andini Griya Batik adalah menjadi contoh kolaborasi link and match. Diharapkan model ini bisa menjadi inspirasi bagi SMK di kota dan daerah lain untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri, demi menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif.
Indria Mustika













