SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Hendro Dewanto menyebut, wartawan sebagai seniman memiliki dimensi seni dan idealisme tinggi yang berperan besar membentuk informasi publik. Menurutnya, sinergi antara aparat hukum dan insan media sangat penting.
“Media merupakan bagian dari subsistem sosial dalam teori hukum sipil. Dalam struktur masyarakat, media memiliki banyak informasi tetapi minim energi pengaruh jika tak disinergikan,” ungkap Hendro usai kegiatan Media Gathering di Kejati Jateng, Selasa (24/6/2025) malam.
Ia mengatakan, sebagai wartawan harus bersama-sama aparat penegak hukum memberikan informasi kepada masyarakat. “Informasi dari media harus sampai ke subsistem politik, ekonomi, dan hukum. Orang hukum tidak boleh menjauh dari wartawan, justru harus lebih dekat,” tandas Hendro.
Hendro mengungkapkan, orang hukum harus menyatu dengan para penulis dan penyampai informasi. Hendro menilai, media memiliki kekuatan menyampaikan realitas kepada pengambil kebijakan.
Menurut Hendro, ketegangan antara realitas dan keadilan harus dicari titik seimbangnya. Mengutip pemikiran Prof. Cip, lanjut Hendro, keadilan adalah harmoni antara kepastian hukum dan rasa keadilan.
“Kritik media harus dilihat sebagai koreksi yang membangun. Kami juga menekankan pada jajaran agar tidak alergi terhadap pemberitaan media asalkan berbasis fakta, karena, kebenaran kadang lahir dari ketidaknyamanan,” imbuh Hendro.
Hendro menambahkan, saat bertugas di daerah, media selalu menjadi pihak pertama yang ditemuinya. “Wartawan adalah mata dan telinga karena selalu berada di tengah masyarakat,” tandasnya.
“Ada beberapa contoh kasus, di mana informasi awal justru diperoleh dari media dan LSM. Menurut penelusuran aset, informasi media seringkali lebih cepat dari aparat penegak hukum,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Wartawan Kejati (Forwaka) Jateng, Henry Palupesy mengapresiasi atas keterbukaan Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng terhadap jurnalis.
Ning S













