KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Menyambut datangnya 1 Suro dan Jumat Kliwon yang diyakini sebagai momentum sakral dalam tradisi Jawa, budayawan Kebumen dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan menggelar “Ruwat Kabumian”.
Acara ini merupakan sebuah prosesi adat dan spiritual yang sarat makna. Bertempat di Pendopo Kabumian dan Alun-alun Kebumen, pada Kamis (26/6) malam mulai Pukul 21.00 WIB hingga 23.59 WIB.
Ruwatan ini bertujuan memohon keselamatan, serta mendatangkan berkah bagi seluruh masyarakat Kebumen. Sekaligus mengiringi awal kepemimpinan Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah dengan doa bersama dan harapan kebaikan.
Sekda Kebumen Edi Rianto dalam undangan resmi menyatakan, Ruwat Kabumian diikuti oleh seluruh elemen masyarakat budaya, tokoh lintas agama, dan unsur pemerintahan. Serangkaian kegiatan yang sarat makna akan mewarnai malam suci tersebut.

Pelaku budaya Kebumen Ki John Silombo menambahkan, beberapa acara Ruwat Bumi di antaranya doa bersama lintas agama sebagai wujud toleransi dan harapan bersama atas kedamaian dan kemajuan daerah.
Kemudian Ritual Ranupada, yaitu prosesi membasuh kaki Ibu Bupati Kebumen sebagai simbol penghormatan dan restu dari rakyat kepada pemimpin baru. Air yang dipakai untuk membasuh kaki diambil dari 7 sumber air di penjuru Kebumen yang diyakini masyarakat mempunyai nilai kesakralan.
Selajutnya Kirab Budaya yang menghadirkan pusaka-pusaka daerah, gunungan hasil bumi, dan tumpeng, sebagai lambang kemakmuran. Juga puluhan obor (oncor) sebagai simbol pencerahan.
Bahkan ada Kidung dan Mantra Ruwat. Sebagai doa utama dalam ruwatan. Selanjutnya Ritual Cowongan, tradisi lokal untuk memohon keselamatan dan keberkahan, sebagai wujud menyatu dengan alam.
Ada pula prosesi Pelepasan Satwa Ayam dan Burung yang diperebutkan warga sebagai simbol kebebasan dan limpahan rezeki serta keberkahan.
Berikutnya Rebutan Gunungan (ngalap berkah) berisi sayuran dan buah-buahan, melambangkan kesejahteraan yang dapat dinikmati bersama.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa Ruwat Kabumian bukan sekadar acara budaya, namun juga bentuk ikhtiar spiritual dan budaya lokal untuk menata kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera.
Wiji Winaras selaku penggagas Ruwat Kabumian bersama para tokoh budayawan telah beraudiensi dengan Bupati Lilis Nuryani. Wiji menjelaskan, tradisi ini menjadi pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan nilai-nilai luhur, dan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dengan kerendahan hati dan restu dari rakyatnya.
Ruwat Kabumian diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menguatkan identitas budaya Kebumen, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat.
Komper Wardopo













