SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sampah organik seringkali menjadi masalah di banyak daerah. Namun kini justru berpotensi menjadi berkah ekonomi bagi warga RT 05 RW 04 Kelurahan Gemah, Pedurungan, Kota Semarang.
Inovasi ini digagas mahasiswa KKN MBKM Universitas Semarang (USM), melalui workshop budidaya maggot, yang disambut antusias masyarakat pada kegiatan yang dilaksanakan, Sabtu (21/6/2025).
Maggot, larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal efektif mengurai sampah organik dan punya nilai jual tinggi, sebagai pakan ternak atau bahan baku pupuk. Agus Purwanto, Ketua RT 05 RW 04 pun, memberikan apresiasinya.
BACA JUGA: Peringati Dies Natalis ke-38, USM Gelar Pameran EXPLOREaction di CFD Jalan Pahlawan Semarang
”Kami seluruh warga RT 05 RW 04 menerima baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari USM, yang berkenan untuk melaksanakan KKN di wilayah kami. Kami terbuka untuk memberikan bantuan apa saja yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN USM, Ayang Fitrianti SS MIKom mengungkapkan ras bangganya terhadap para mahasiswa. Dia berharap, program ini tidak berhenti di sini saja, tapi dapat berlanjut dalam kolaborasi yang lebih luas.
”Kami mengapresiasi teman-teman KKN ini, karena mencari tahu apa kebutuhan dari warga di sini, dan akhirnya terciptalah workshop pemberdayaan masyarakat dalam budidaya maggot untuk pengelolaan sampah organik,” jelasnya.
Dalam materi pemberdayaan budidaya maggot, dipaparkan Ketua KKN, Achmad Yudhistira Mutho’a. Dia menjelaskan potensi maggot bagi lingkungan dan ekonomi. Sesi ini dilanjutkan dengan praktik langsung budidaya maggot, yang dipandu praktisi Eddy Hissamuddin, seorang dosen dari UMS.
Riyan













