WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tahun 1977, Lagu Hello-hello Kita Jumpa Lagi, dinyanyikan oleh biduanita terkenal Andi Meriem Mattalatta. Lagu berjudul Jumpa Lagi ini, melambung memuncaki jenjang anak tangga teratas di blantika musik nasional.
Hari Minggu (22/6/25), Lagu Hello-hello yang telah digubah syairnya, dinyanyikan bersama untuk menghangatkan acara reuni ASRI di Rumah Resto Jawi di Kilometer 6 Wonogiri-Ngadirojo. Reuni dikemas dalam tema: ”Merajut kenangan demi persahabatan abadi. Tak peduli usia senja, tetap semangat dan bercanda ria.” ASRi adalah paguyuban alumni siswa SMP Wonogiri Angkatan Tahun 1969.
Reuni dapat dipahami sebagai kegiatan berkumpulnya kembali orang-orang yang pernah bersama di masa lalu, seperti teman sekolah, teman kuliah atau anggota keluarga. Tujuannya, untuk mempererat tali silaturahmi, mengingat nostalgia kenangan bersama, dan memperbaiki hubungan karena telah lama tidak jumpa.
Di Amerika Serikat (AS), reuni sekolah pertama diadakan pada Tahun 1821, oleh sekelompok lulusan Harvard College. Sejak saat itu, reuni sekolah menjadi tradisi yang populer di Negeri Adi Kuasa tersebut dan mendunia karena juga dilakukan di negara-negara lain.
Tapi akar sejarah reuni, sebenarnya telah ada jauh sebelum itu. Orang Yunani kuno, mengadakan reuni untuk merayakan kemenangan dalam perang atau kompetisi. Mereka akan mengadakan pesta dan perjamuan untuk menghormati para pahlawan mereka.
Pada Abad Pertengahan, orang Eropa mengadakan reuni untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan persahabatan. Mereka mengadakan turnamen dan festival, untuk merayakan kebersamaan mereka. Masyarakat Mesir kuno, mengadakan reuni untuk memperingati kematian orang yang dicintai. Mereka berkumpul di sekitar makam, dan meriwayatkan kisah tentang orang yang meninggal tersebut.
Kebersamaan
Reuni Paguyuban ASRI, dibuka oleh Ketua Paguyuban Sri Harno. Dirangkai laporan oleh Ketua Panitia Wiwik Widwiharsi dan sambutan Dewan Penasehat Gunadi. Sebagai pemandu doa bersama, dipercayakan kepada Qomarudin. Acara ini dihadiri warga alumni dari Jakarta, berbagai Kota di Jawa Barat, Surabaya dan Madiun (Jatim), dari sejumlah Kota di Provinsi Jateng (Semarang dan Solo) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Wonogiri dan sekitarnya.
Anggota dari Surabaya, Mury (Sri Muryati), mencetuskan slogan kebersamaan dalam rangkaian kata Jawa Paseduluran Guyub Rukun Saklawase. Guyub berarti kebersamaan, sedangkan rukun berarti damai atau harmonis, saklawase (selamanya). Artinya, hidup dalam kebersamaan secara harmonis, dalam bingkai persaudaraan yang terjauhkan dari konflik dan perselisihan.
Anggota ASRI sudah berusia Adi Yuswa (sepuh) atau Lansia dan sudah pensiun. Mengingat mereka Tahun 1969 sudah lulus SMP. Tapi diantara mereka banyak yang sukses dalam meniti karier di berbagai profesi. Yang TNI ada yang berpangkat Jenderal, yang Dosen bergelar Profesor, yang wiraswasta sukses menjalankan bisnis perusahaannya.
Mereka berharap, paguyuban ASRI harus tetap eksis, meski setiap tahun anggotanya berkurang, karena dipanggil ke haribaan-Nya. Acara reuni, menjadi ajang saling berjumpa untuk tetap menjalin tali silaturahmi. Berkumpul, senang, sehat dan bahagia, untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan.
Karena itu, setiap mengadakan reuni, selalu disajikan hiburan musik untuk ajang aktualisasi saling menyumbangkan suara emasnya. Dalam membangun suka cita, panitia membagikan doorprize dalam jumlah banyak, melebihi jumlah yang hadir. Jadi semua mendapatkan hadiah hadir, bahkan ada yang mendapatkan lebih dari dua. Menu snack (camilan) yang disuguhkan pun, menyertakan aneka jajanan tradisional yang dulu menjadi makanan akrab sewaktu duduk di bangku SMP. (Bambang Pur)













