blank
Wisatawan tampak tengah cuci muka di pancuran air Tuk Bimolukar Dieng Wonosobo. Foto : SB/dok Disparbud

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Di kawasan wisata dataran tinggi Dieng Kejajar Wonosobo Jawa Tengah, ada salah satu destinasi wisata yang tidak boleh ditinggalkan, yakni Tuk Bimolukar. Mengapa? Ya, karena tuk atau sumber air yang berair bersih dan dingin itu, punya mitos jika airnya dimanfaatkan untuk cuci muka di pagi hari, bisa bikin seseorang awet muda.

Benarkah? Itulah setidaknya yang dipercaya masyarakat setempat. Beberapa wisatawan pun ada yang cerita, setelah bercuci muka menggunakan air Tuk Bimolukar wajahnya terasa lebih segar dan bersih.

Jika pembaca masih penasaran, sebaiknya datang saja ke Dieng. Mampir sejenak ke Tuk Bimolukar untuk mencoba “keampuhan” air suci Tuk Bimolukar. Airnya memang cukup bening, jernih dan bersih. Tidak terlalu sulit untuk menemukan objek wisata yang satu ini. Dari arah Wonosobo, tempat wisata ini berada di sisi sebelah kanan gapura selamat datang di kawasan wisata pegunungan Dieng.

Dulu memang tempatnya masih seadanya. Kini di bagian atas Tuk Bimolukar sudah dibangun taman berundak yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk rehat sebentar dan berswafoto.

Bangunan Tuk Bima Lukar sendiri memiliki tiga tingkat. Undakan paling atas menjadi bagian yang suci. Di bagian ini, terdapat tempat untuk menaruh sesaji. Di bawahnya, terdapat sebuah kolam yang menampung air. Sementara, pada bagian paling bawah terdapat dua buah pancuran. Di bawah pancuran Tuk Bimolukar inilah pengunjung dapat mencuci muka atau bahkan mandi.

Air Abadi

blank
Beberapa wisatawan foto bersama di depan bangunan tempat wisata Tuk Bimolukar. Foto : SB/dok Disparbud

Posisi titik Tuk Bimalukar memang dibiarkan sesuai aslinya. Seperti umumnya tuk atau sumber air bersih ditempatkan lain. Cuma sudah dibuat kolah atau tempat air secara permainen dan dibuat dua aliran air. Wisatawan bisa dengan mudah cuci muka di sana.

Tuk Bimolukar sebenarnya tak kalah menariknya dengan wisata-wisata lain di kawasan dataran tinggi Dieng. Hanya, memang, tempat wisata bersejarah ini sekilas seperti bukan tempat wisata, kalau tidak tahu legendanya.

Tuk ini dialihubah sebagai wisata baru dan dilengkapi dengan fasilitas taman dan gazebo, guna menyuguhkan Tuk Bimolukar sebagai wisata sejarah yang dikenal dengan mata air sakral itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo, menyebut air yang keluar dari Tuk Bimolukar ini bisa dikatakan abadi karena airnya terus mengalir tak kenal musim.

“Mata air Tuk Bimalukar juga menjadi salah satu mata air yang menjadi sumber aliran Sungai Serayu dan sering dimanfaatkan oleh warga setempat atau wisatawan untuk cuci muka. Air mancur tersebut keluar dari dalam batuan kuno.

Menurut Agus, legenda keberadaan mata air ini dikaitkan dengan sosok Bima, salah satu anggota Pandawa Lima. Cerita tersebut pun sampai saat ini banyak dipercaya oleh masyarakat setempat. Tuk Bimolukar pun dikaitkan sebagai sumber mata air suci. “Penamaan nama Bimolukar sendiri berasal dari tokoh pewayangan Bimasena yang melukar atau melepas sembilan jenis pakaian untuk disucikan di mata air tersebut sebelum menghadap Dewa Ruci,” tuturnya.

Dikisahkan, berawal dari Bima yang bersaing dengan Kurawa dalam membuat sungai, Bima mendapatkan sebuah petunjuk yang diberikan lewat mimpinya.

Air Suci

“Dari petunjuk tersebut sebelum mulai menggali, ia diminta agar melepaskan pakaianya. Dengan itu, singkat cerita Bima pun akhirnya menang,” terang Agus. Tuk Bimalukar juga merupakan hulu Sungai Serayu. Arti kata Serayu sendiri diambil dari perkataan Bima yang terpana oleh kecantikan gadis ketika mandi di sungai yang dia buat.

Saat itu, cerita Agus, Bima mengucapkan kata Sira Ayu yang artinya kamu cantik. Dari ucapan tersebut, kemudian dijadikan sebagai nama Sungai Serayu yang kini cukup dikenal di masyarakat.

“Hingga saat ini, Tuk Bimalukar masih dianggap sakral. Bahkan sering dijadikan lokasi untuk ritual mensucikan diri. Baik suci dari hati, jiwa maupun wajah secara fisik,” ujarnya.

Di hari tertentu, terutama pagi sebelum subuh, beberapa pengunjung acap datang sekadar untuk berwudhu dan cuci. muka. Mereka percaya, seperti legenda yang ada, bahwa air Tuk Bimolukar punya manfaat bagi jiwa dan raga.

Air dari tuk ini juga menjadi salah satu air suci yang diambil dari tujuh sumber yang ada di Wonosobo. Air tersebut akan dibawa pada saat upacara tradisi Birat Sengkala setiap peringatan Hari Jadi Wonosobo di Alun-Alun setempat.

Ada pula tradisi-tradisi lain yang menggunakan air Tuk Bimalukar ini untuk persyaratan upacara ritual seperti Babad Dieng dan sebagainya. Yang jelas, hingga saat ini, masyarakat setempat masih percaya bahwa air Tuk Bimolukar memang punya daya “linuwih”.

Karena legenda dan mitos tersebut, Tuk Bimolukar yang masuk wilayah Desa Dieng Kejajar Wonosobo itu, menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Jawa Tengah, yang layak untuk dikunjungi. Selamat datang di Tuk Bimolukar Dieng!

 

Muharno Zarka