blank
Para peserta mengikuti tes tertulis dalam seleksi pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025. Foto: tyaw

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Seleksi Pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025, resmi berlangsung pada Minggu (15/6/2025), di kawasan wisata budaya Candi Joglo Semar, Purwodadi.

Sebanyak 30 pasangan muda-mudi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Grobogan, berkompetisi dalam tahap awal berupa tes tertulis dan wawancara.

Ketua panitia, Nabila Nur Aini mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar mencari wajah-wajah menarik. Namun lebih dari itu, untuk menemukan anak muda yang berkarakter, memiliki wawasan budaya, serta mampu membawa nama Grobogan ke tingkat Nasional.

BACA JUGA: Manunggal Leadership Retret Ditutup, Ahmad Luthfi Minta ASN Peka Terhadap Persoalan Warga

”Ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan dan ketampanan, tapi ruang pembelajaran dan pengembangan diri. Kami ingin menjaring sosok muda yang tidak hanya menarik secara penampilan, tapi juga cerdas, berkarakter, dan paham akan budaya serta pariwisata daerah,” jelas Nabila, yang juga menjadi Duta Wisata Grobogan 2024 ini.

Panitia secara khusus memilih Candi Joglo sebagai lokasi seleksi awal. Menurut Nabila, lokasi ini mencerminkan semangat pelestarian budaya, yang menjadi nafas utama dalam ajang Pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025.

”Kami ingin para finalis sejak awal sudah merasakan atmosfer budaya lokal. Ini penting, agar mereka kelak bisa menjadi representasi yang otentik bagi wajah pariwisata dan kebudayaan Grobogan,” imbuhnya.

blank
Para peserta mengikuti tes wawancara di depan juri. Foto: tyaw

BACA JUGA: Jemaah KBIHU Muhammadiyah Jepara Napak Tilas Perjuangan Rasulullah di Thaif

Nabila juga menegaskan, seleksi berlangsung secara terbuka dan adil. Panitia menjaring 15 pasang finalis, melalui sistem penilaian objektif dan merata.

Peserta yang ikut berasal dari berbagai penjuru Grobogan, mulai dari wilayah Utara, Selatan, Barat, Timur, hingga tengah kota. Ini membuktikan, kesempatan menjadi duta wisata tidak terbatas pada wilayah tertentu saja.

”Dengan sistem seleksi terbuka dan objektif, kami memastikan setiap peserta punya peluang yang sama untuk lolos dan berkembang,” terang dia lagi.

BACA JUGA: Road to Anniversary Orchid Meriah di Markas BnR Semarang, Silaturahmi, Prestasi, dan Kemenangan Bimo dari Kendal

Setelah tes kompetensi, para finalis akan melalui sejumlah tahapan lanjutan. Mulai dari pembekalan hingga city tour, sebelum akhirnya tampil di malam puncak Grand Final. Untuk jadwal Grand Final, Technical Meeting Finalis (19 Juni 2025), Karantina (7-8 Juli 2025), City Tour (9 Juli 2025) dan Grand Final Pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025 (12 Juli 2025).

Ajang ini berupaya menemukan figur representatif yang tidak hanya tampil memesona, tetapi juga komunikatif, beretika, dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu lokal dan pariwisata.

”Kami ingin mencari figur muda yang komunikatif, memiliki kepedulian terhadap isu-isu lokal dan Nasional, serta bisa mempromosikan potensi Grobogan ke tingkat yang lebih luas, bahkan Nasional,” tukas Nabila, yang juga ,ahasiswa Binus University Semarang.

blank
Muhadi, pengelola Candi Joglo Semar Purwodadi. Foto: tyaw

BACA JUGA: Wakil Walikota Tegal Ajak Muslimat NU Jihad Lingkungan

Sementara itu, Muhadi, pengelola Candi Joglo sekaligus salah satu juri seleksi, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Dia berharap, para finalis tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, selama proses kompetisi berlangsung.

”Saya hanya berpesan kepada para peserta, jangan pernah malu sebagai warga Grobogan. Kenali lebih dulu budaya daerah Kabupaten Grobogan, sebelum mengenal budaya lain. Dan tentunya turut mengenalkan pariwisata dan budaya khas Grobogan kepada masyarakat luas, agar ke depan Kabupaten Grobogan melalui kiprah mereka sebagai Mas Mbak Grobogan, semakin dikenal hingga tingkat internasional,” ujarnya.

Tya Wiedya