KUDUS (SUARABARU.ID) – Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus digaungkan di Kabupaten Kudus. Rabu (11/6/2025), Bupati Kudus Samani Intakoris meresmikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau dikenal juga sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.
Peresmian ini menandai berdirinya dapur gizi kelima di wilayah Kudus. Sebelumnya, layanan serupa telah hadir di sejumlah titik, yakni Ponpes Nashrul Ummah Desa Mejobo, Ponpes Al Chalimi Desa Bulungcangkring, Dani Catering Desa Jepangpakis, dan SPPG Desa Gondangmanis.
Dalam sambutannya, Bupati Samani menegaskan bahwa pendirian dapur gizi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak secara merata di seluruh Indonesia.
“Peluncuran SPPG di Desa Jati Wetan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menyukseskan program nasional makan bergizi gratis, terutama bagi generasi muda. Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap arahan Presiden Prabowo,” ujar Samani.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kudus masih memerlukan banyak dapur gizi untuk menjangkau seluruh wilayah. Saat ini, dari target 88 titik dapur MBG, jumlah yang ada masih jauh dari kebutuhan.
“Kami masih membutuhkan banyak titik dapur gizi. Kami membuka peluang bagi siapa pun yang ingin berkontribusi, silakan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun TNI,” jelasnya.
Samani juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan dapur gizi di Kota Kretek. Ia berharap upaya ini dapat mempercepat pemerataan gizi dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan kuat.
“Penambahan dapur gizi ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi langkah strategis menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Dengan kehadiran dapur-dapur MBG ini, diharapkan kebutuhan gizi masyarakat – khususnya anak-anak – dapat terpenuhi dengan baik, sehingga menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Ali Bustomi













