WONOSOBO(SUARA BARU.ID)-Polres Wonosobo Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan turut hadir dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang berlangsung di Dusun Melaran, Kelurahan Jlamprang Wonosobo.
Kegiatan panen raya ini merupakan hasil binaan kerja sama antara jajaran Polri dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo.
Sebanyak 1,2 hektare lahan jagung non-eksisting yang tersebar di 15 kecamatan telah ditanam serentak sejak 21 Januari 2025, dan kini memasuki masa panen dengan estimasi hasil sekitar 20 ton jagung.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM menyatakan bahwa kehadiran institusinya tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga wujud nyata keterlibatan Polri dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Menurutnya, swasembada pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, namun juga menjadi perhatian serius dari jajaran Kepolisian.
“Karena itu, kami siap mendukung dari sisi pengamanan, pengawasan distribusi hasil panen dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah pertanian,” ujar Kapolres, Kamis (11/6/2025).
Perlu Sinergi

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi tersebut akan semakin memperkuat gerakan menjaga ketahanan pangan.
Dikatakan, kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, para petani dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
“Kegiatan panen raya hari ini merupakan momentum penting, bukan hanya sebagai bentuk syukur atas keberhasilan panen, namun juga sebagai bukti ketangguhan para petani dalam menjaga ketahanan pangan,” tambahnya.
Polres Wonosobo juga memberikan apresiasi kepada para petani, penyuluh, dan seluruh pihak terkait atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga ekosistem pertanian agar tetap aman dan produktif.
“Kami siap menjadi penggerak dalam mendukung penuh swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Muharno Zarka













