WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Takmir Masjid Yayasan Amal Muslim Pancasila (YAMP) Nurul Falah Kampung Mendolo RW 01 Bumireso Wonosobo, Jumat (6/6/2025), membagikan daging qurban kepada kaum dhuafa dan warga fakir miskin di sekitarnya.
Bendahara PHBI Idul Adha Masjid YAMP Nurul Falah, Imam Safari, mengatakan pada Idul Adha kali ini masjid setempat menyembelih 6 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang berasal dari warga RW 01 Kampung Mendolo Bumireso.
“Daging qurban dibagikan kepada kaum dhuafa. Yakni warga kurang mampu (fakir miskin), pedagang keliling, pembantu rumah tangga, security dan anak yatim piatu. Daging qurban juga dibagikan kepada warga setempat,” ujarnya.
Proses penyembelihan sapi dan kambing qurban dilakukan sejak jam 70.30 WIB, setelah dilakukan sholat Idul Adha secara berjamaah di Masjid YAMP Nurul Falah.
Pencacahan daging qurban baru selesai sekitar pukul 13.30 WIB setelah sholat Jumat. Setelah selesai, daging qurban langsung dibagikan kepada kaum dhuafa dan warga di sekitarnya.
Tampak beberapa warga sabar menunggu pembagian daging qurban. Usai mendapatkan daging qurban mereka mengaku senang dan langsung akan dimasak di rumah masing-masing.
Proses penyembelihan, pencacahan dan pembagian daging qurban dikerjakan oleh anak muda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Masjid Nurul Falah (Gemuruh) dan dibantu takmir Masjid YAMP Nurul Falah setempat.
“Takmir Masjid YAMP Nurul Falah Mendolo punya organ Gemuruh. Mereka yang selama ini menggerakkan kegiatan kemasjidan dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), termasuk Idul Adha dan penanganan hewan qurban,” katanya.
Hikmah Idul Adha

Adapun bertindak sebagai imam dan khotib sholat Idul Adha adalah KH Ulul Albab Al Hafidz, guru MAN 1 Wonosobo yang juga pengasuh Pondok Pesantren (PP) Pelajar Syawariqul Anwar Mendolo Bumireso.
Dalam khotbahnya dia mengajak para jamaah untuk meneladani keluarga Nabi Ibrahim yang tak bisa lepas dan senantiasa terkait dengan peringatan hari raya Idul Adha.
“Kisah perjuangan keluarga Nabi Ibrahim As adalah teladan bagi setiap keluarga muslim, terutama dalam hal keteguhan dan ketaatan imanannya,” tegasnya.
Pengorbanan dan ketaatan kepada Allah, lanjut dia, yang harus dipegang teguh oleh orang tua dan juga anak dalam kehidupan keluarga. Perintah Allah SWT harus dilaksanakan oleh semua umat-Nya.
Pada hari ini, lanjut K Ulul Albab, seluruh umat Islam berkumpul untuk menjalani sunnah Nabi Ibrahim As. Menyembelih hewan qurban, serentak mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.
“Di bulan ini, kita diingatkan sebuah peristiwa suci, yakni Nabi Ibrahim As, mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail As,” kisahnya.
Ibadah qurban, katanya, bisa dimaknai sebagai sebuah bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Termasuk kepasrahan Nabi Ibrahim As untuk menyembelih putra kesanganya, Nabi Ismail As.
“Demi taat pada Allah SWT, Nabi Ibrahim As, rela mau menyembelih putranya sendiri. Kepasrahan, ketaatan dan keimanan Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anaknya diganti dengan hewan domba,” terangnya.
Muharno Zarka













