blank
Ketua DPD Himki Jepara Raya Hidayat Hendra Sasmita

JEPARA (SUARABARU.ID) – Langkah cepat Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar dalam 100 hari kerja mendapatkan pujian  dari Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya. Ada banyak langkah nyata yang dilakukan untuk  mendukung kebangkitan industri mebel dan ukir, yang merupakan identitas dan kebanggaan Jepara.

Hal tersebut diungkapkan  oleh Ketua DPD Himki Jepara  Raya Hidayat Hendra Sasmita dalam wawancara khusus melalui WhatsApp dengan Suarabaru.id menanggapi 100 hari kerja Bupati-Wakil Bupati Jepara, Rabu 4 Juni 2025 siang.

Menurut Hendra Sasmita,  kemampuan komunikasi dengan para menteri,  diplomasi dengan duta besar negara sehabat  serta investor serta kondolidasi di internal pemerintah daerah   yang dilakukan oleh Bupati Witiarso Utomo mampu menumbuhkan kepercayaan dan bahkan harapan masyarakat.

Langkah untuk menjadi seni ukir Jepara sebagai warisan budaya takbenda Unesco juga dipandang sebagai sebuah terobosan dalam melestarikan seni ukir. “Bahkan untuk ikhtiar itu Wakil Keteua MPR RI dan Duta Besar Bosnia-Herzegovina telah datang secara khusus ke Jepara,” ujarnya

Ia juga mengungkapkan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Bupati -Wakil Bupati Jepara  berbagai program strategis telah diluncurkan—mulai dari penyediaan fasilitas pameran Nasional dan Internasional bagi pelaku usaha mebel dan ukir, pelatihan ekspor dan program UMKM Naik Kelas, hingga  pameran tunggal ukir dan inisiasi pendirian Museum Ukir.

“Dari sisi pelestarian ukir juga   ada pelajar mengukir, pelatihan- pelatihan mengukir hingga menjadikan seni ukir sebagai salah satu materi ajar di SD dan SMP. Juga akan digelar lomba ukir 1000 perajin pada Agustus nanti.  Ini bukan hanya sekadar program seremonial, melainkan langkah konkret yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha di Jepara,” papar Hidayat Hendra Sasmita

Hendra  Sasmita juga menilai  diplomasi dengan duta besar kedua negara sahabat, Spanyol dan Bosnia Herzegovina pada seratus hari kerja pertama itu dilakukan Mas Wiwit sebagai bagian dari upayanya untuk meletakkan “landasan pacu” dalam mewujudkan visi besarnya, “Bersama Membangun Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religus” atau Jepara Mulus.

“Menurut kami, seratus hari kerja ini  merupakan momentum awal dalam mewujudkan komitmen, harapan, dan cita-cita bersama untuk membangun Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius,”  papar Hendra Sasmita.

Kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kepercayaan dari investor dan dunia usaha  mampu menumbuhkan harapan masyarakat bahwa Jepara akan mampu berkembang dengan cepat pada periode kepemimpinan 2025 – 2030, pungkasnya

Hadepe