GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, masyarakat Kabupaten Grobogan mendapat kehormatan besar. Presiden RI, Prabowo Subianto, mengirimkan satu ekor sapi kurban jenis limosin, dengan bobot mencapai 950 kilogram, untuk disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Grobogan. Daging kurban ini nantinya akan dibagikan kepada warga, melalui Masjid Baitul Makmur, di Alun-alun Purwodadi.
Sapi jumbo ini bukan hewan biasa. Berasal dari peternakan milik Rahmadi, warga Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, berusia sekitar 3 tahun 7 bulan ini, dipelihara dengan penuh ketelatenan, hingga akhirnya terpilih menjadi sapi kurban presiden.
Menurut Andreas Iwan Suseno, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Grobogan, proses pemilihan sapi sudah dilakukan sejak sebulan lalu, melalui seleksi ketat.
”Kami menerima surat dari pusat, untuk mengajukan kandidat sapi. Setelah diseleksi, sapi milik Pak Rahmadi dianggap paling memenuhi syarat, baik dari segi kesehatan, bobot, maupun usia,” jelas Andreas dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).
Harga sapi limosin itu ditaksir mencapai Rp 93 juta, sudah termasuk biaya transportasi, pemotongan, dan pajak. Rencana penyembelihan akan dilakukan tepat pada Hari Raya Idul Adha, di RPH Grobogan. Setelah itu, dagingnya akan segera disalurkan ke Masjid Baitul Makmur di pusat kota.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, seluruh proses pemotongan akan dilakukan sesuai protokol kesehatan hewan yang ketat. ”Sapi akan dipuasakan terlebih dahulu. Area pemotongan harus steril, dan semua orang serta alat yang masuk akan disemprot disinfektan,” tambah Andreas.
BACA JUGA: Modus Baru Peredaran Ganja di Kudus: Dipesan Online, Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi dalam Sepatu
Penyerahan sapi presiden ini, rencananya akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Grobogan, usai Shalat Id. Namun skema teknisnya masih dalam pembahasan, mengingat jarak antara Desa Keyongan dan pusat kota cukup jauh.
Sebagai catatan, Grobogan sebelumnya juga pernah menerima sapi kurban dari Presiden Joko Widodo, pada Idul Adha 2023. Namun pada 2024, kabupaten ini tidak mendapat jatah. Tahun ini, seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dijadwalkan mendapat hewan kurban langsung dari presiden, sebagai bentuk perhatian terhadap rakyat.
”Kami siap memastikan penyembelihan berjalan sesuai standar, dan dagingnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tukas Andreas.
Tya Wiedya













