blank
Ketua Baznas Wonosobo Priyo Purwanto saat menyerahkan zakat di Puskesmas I Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARA BARU.ID)-Dalam rangka mendukung pembangunan kesehatan dan penanggulangan bencana di Wonosobo, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat kembali menyalurkan zakat melalui Program Wonosobo Sehat dan Baznas Tanggap Bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo One Andang Wardoyo, Selasa (3/6/2025), berkesempatan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima yang dipusatkan di Puskesmas I Wonosobo. One Andang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Baznas Wonosobo atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, khususnya para muzakki (wajib zakat), untuk berkontribusi dalam penyelesaian persoalan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.

blank
Para penerima zakat dari Baznas Wonosobo foto bersama dengan Sekda dan anggota Baznas setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat semakin mendorong kepedulian bersama. Khususnya dari para muzakki, untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Sekda.

 

Lebih lanjut, Sekda Wonosobo menegaskan bahwa penyaluran zakat bukan sekadar bentuk ibadah. Tapi juga manifestasi nilai-nilai sosial dan semangat ta’awun atau tolong-menolong, terutama dalam menghadapi persoalan mendasar seperti kesehatan dan sanitasi.

 

Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti persoalan penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan serius di Wonosobo dan sekitarnya. Ke depan daerah ini harus bebas dari TBC.

 

Tahun ini, menurutnya, estimasi jumlah kasus TBC mencapai 2.411 kasus, dengan 415 kasus telah ditemukan dan ditangani hingga Maret 2025.

 

“Penanggulangan TBC bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar strategi deteksi dini dapat dilakukan secara masif dan terintegrasi,” tegasnya.

 

Sekda berharap penyaluran zakat yang dilakukan secara tepat sasaran ini dapat memberikan dampak langsung bagi para penerima. Khususnya keluarga rentan, dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan.

 

Total Bantuan

 

Sementara itu, Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto menambahkan, bahwa total bantuan yang disalurkan hari ini mencapa Rp 107.927.000,00.

 

Bantuan tersebut mencakup berbagai sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat rentan, khususnya pasien TBC, korban bencana dan pemenuhan hunian yang layak.

 

Dikatakan Priyo, pentasharufan zakat kali ini merupakan bentuk komitmen Baznas Wonosobo dalam mengelola dana zakat secara amanah dan tepat sasaran.

 

“Kami menyasar persoalan mendasar seperti kesehatan dan hunian layak, yang selama ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat di daerah ini,” jelasnya.

 

Seluruh program, lanjutnya, dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terutama dalam aspek kesehatan dan pemenuhan hunian yang layak.

 

Adapun beberapa inisiatif penting yang dijalankan dalam pentasharufan kali ini antara lain, program bedah rumah untuk pasien TBC sebesar Rp 40.000.000,00 untuk dua rumah di Selomerto dan Kepil.

 

Program jambanisasi senilai Rp 55.627.000,00 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonosobo, menyasar 22 kepala keluarga di Kecamatan Garung dan Mojotengah.

 

Penyaluran Sembako sebesar Rp 10.800.000,00 kepada 24 pasien TBC di enam Puskesmas dan santunan tanggap bencana, berupa uang duka untuk korban hanyut di Magelang yang merupakan warga Kepil.

 

Melalui program ini, Baznas Wonosobo berharap dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya para muzakki, untuk menunaikan zakatnya melalui saluran resmi.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat melalui Baznas. Dengan pengelolaan profesional dan transparan, zakat akan menjadi instrumen penting dalam pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Muharno Zarka