blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan suaminya HM Yahya Fuad serta Kapolers AKBP Eka Baasith Syamsuri dan Forkopimda melambaikan tangan melepas keberangkatan calon haji menuju Asrma Donohudan, Kamis (29/5) dinihari.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 1.449 jamaah calon haji menuju ke Tanah Suci, Kamis (29/5) dinihari

Pelepasan jamaah calon haji berlangsung di Pendopo Kabumian. Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi suaminya HM Yahya Fuad, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri bersama Forkopimda, Plh Kepala Kantor Kemenag Kebumen Dr H Salim Wazdy dan pimpinan OPD.

Tak lupa sanak saudara dan keluarag juga ikut mengantar keberangkatan calon haji menumpang bus rombongan menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum terbang ke Tanah Suci.

Bupati Lilis menyampaikan, jumlah jamaah haji asal Kebumen tahun ini sebanyak 1.449 orang. Terdiri dari 680 jamaah laki-laki, dan 769 jamaah perempuan .Mereka terbagi menjadi lima kelompok terbang (kloter). Bahkan Tahun ini jamaah haji yang berangkat lebih banyak dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1.366 jamaah.

“Alhamdulillah jamaah calon haji asal Kebumen kita bisa berangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima yaitu haji, dan Alhamdulillah jamaahnya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, sekarang 1.449 jamaah,”ujar Lilis.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan sambutan pada pelepasan jemaah calon haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (29/5) dinihari.(Foto:SB/Prokopim)

Bupati menyatakan, Pemerintah Daerah juga memberangkatkan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) serta pendamping haji dan juga tim medis untuk membantu atau mendampingi para jamaah. Kepada para jamaah, Bupati berpesan untuk selalu menjaga kesehatan, kekompakan, dan juga meluruskan niat.

“Saya lihat jamaah calon haji tahun ini sudah banyak yang usia lanjut, karena itu saya minta untuk menjaga kebersamaan, menjaga kekompakan. Karena jamaah haji tahun ini tidak ada pendamping keluarganya,”jelasnya.

Menurut Bupati, yang juga paling penting adalah jamaah haji harus bisa bersikap sabar. Dengan kondisi yang penuh sesak, dan fasilitas yang mungkin tidak sesuai dengan harapan, serta jarak yang begitu jauh dari dari satu tempat ke tempat lain, maka diperlukan kesabaran.

“Pokoknya namanya Ibadah Haji harus sabar, jangan mengeluh cape atau gimana, takutnya menjadi nggak ikhlas dan sia-sia. Nikmati semua prosesnya dan harus tetap semangat, biar pun sudah lanjut usia,”pesan Lilis.

Bupati turut mendoakan semoga semua calon jamaah sehat, bisa melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna. Bupati pun mengimbau kepada para jamaah calon haji untuk saling mengingatkan, saling membantu antar jamaah yang lain.

“Kita doakan bersama para jamaah calon haji kita bisa menjalankan seluruh rangkaian haji dengan sempurna, dan pulang bisa mendapat predikat Haji Mabrur dari Allah SWT,”terangnya.

Jamaah calon haji asal Kebumen akan diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, dengan dibagi lima kelompok terbang. Kloter pertama atau 91 diberangkatkan pada Kamis 29 Mei 2025 dini hari, sampai kloter 95 berangkat pada Jumat dini hari 30 Mei 2025.

Jamaah haji tertua yakni, Yasa Wikarta 94 tahun asal Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, dan termuda Dha Halisa Salsabilla18 tahun asal Desa Hardjodowo, Kecamatan Kuwarasan.

Dari sebaran wilayah, Kecamatan Kebumen tercatat sebagai penyumbang jamaah haji terbanyak yakni, 318 jamaah. Disusul Alian 117 jamaah, Buluspesantren 88 jamaah, Pejagoan 84 jamaah, dan Petanahan 81 jamaah.

Ditemui di Pendopo Rumash Dinas Bupati, Gunoto, calon haji asal Desa Kedungwaru, Karangsambung, menyampaikan rasa syukur penantiannya selama 13 tahun untuk bisa pergi haji akhirnya terwujud. Ia pun sangat senang karena impian itu bisa dijalani bersama istri tercintanya.

Pria yang setiap hari sebagai  petani pisang dan alpokat ini mendaftar haji bersama istrinya pada 2012 lalu. Buah dari kesabaran dan keuletannya itu, pria kelahiran 1968 ini mampu menyisihkan uang hasil kerja kerasnya untuk bisa pergi ke Tanah Suci.

“Alhamdulillah,  kami keluarga bersyukur tahun ini bisa dipanggil Allah untuk bisa melaksanakan ibadah haji bersama istri saya. Tentu ini sesuatu kenikmatan yang luar biasa yang harus kita syukuri, dan semoga bisa menjadi jalan kita untuk bisa hidup lebih baik,”ucap Gunoto.

Kepada masyarakat yang masih menunggu, Gunoto berpesan untuk tetap bersabar, dan istikomah. Ia pun mendoakan semua masyarakat yang punya niat atau keinginan naik haji bisa dimudahkan jalannya.”Nikmati semua proses, Insya Allah, Gusti diberi kemudahan dan kelancaran untuk kita,”tandas Gunoto.

Komper Wardopo