blank
Sertifikat IZN dan KDZ 2024. Foto: Dok/IZI

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) resmi mendapat laporan hasil pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan mendapatkan nilai sebesar 0,84 dengan predikat sustainable atau berkelanjutan.

IZN merupakan salah satu instrumen untuk mengukur kinerja pengelolaan zakat secara nasional berbasis data dan informasi yang dikembangkan sejak tahun 2016, dan secara berkala diimplementasikan kepada seluruh pengelolaan zakat di Indonesia. Laporan hasil pengukuran IZN tahun 2025 resmi disusun dan dipublikasikan oleh BAZNAS.

Wildhan Dewayana, Direktur Utama LAZ Nasional IZI menyampaikan, secara garis besar, Indeks Zakat Nasional disusun oleh dua dimensi utama, yaitu dimensi makro dan mikro.

Menurutnya, untuk nilai IZN BAZNAS merupakan nilai yang cakupannya wilayah pengelolaan zakat, namun untuk LAZ nilai IZN nya merupakan nilai kinerja lembaga, sehingga hanya fokus pada dimensi mikro saja.

“Hasil survei IZN tahun 2024 menunjukkan kinerja tata kelola seperti perencanaan dan pengembangan, pengendalian dan ketaatan hukum, pengumpulan, operasi, pendistribusian dan pendayagunaan, keberlanjutan lembaga zakat, pelaporan, serta teknologi,” ungkap Wildhan, Senin (26/5/2025).

Selain itu, juga menunjukkan kinerja dampak zakat seperti mustahik menjadi muzaki, mustahik yang dientaskan dari kemiskinan, perubahan budaya produktif, indeks kesejahteraan cibest dan zakat serta SDGs.

Dengan kata lain, lanjut Wildhan, IZN tidak semata-mata berperan sebagai alat pengukuran, melainkan juga menjadi pendorong transformasi kelembagaan zakat di Indonesia.

“Harapan dari LAZ Nasional IZI kedepannya terus memberikan manfaat yang lebih luas dan kontribusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara merata,” ucapnya.

Wildhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai LAZ Nasional IZI, atas dedikasi dan kerjasamanya selama ini.

Ning S