blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan isteri serta Wabup Kudus Bellinda Birton saat menghadiri lomba desa. foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kelurahan Mlatinorowito dan Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, atas komitmen mereka dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan pada Rabu (7/5).

Saat mengunjungi Kelurahan Mlatinorowito, Bupati Sam’ani mengaku kagum melihat masih terjaganya area persawahan di tengah kawasan perkotaan. Ia juga menyoroti aktifnya koperasi gabungan kelompok tani (gapoktan) yang dinilainya berkontribusi signifikan terhadap swasembada pangan di Kudus.

“Setiap kali bersepeda melewati daerah ini, saya selalu terkesan. Di tengah kota masih ada hamparan sawah yang produktif. Ini luar biasa karena ikut menopang produksi pangan daerah,” ujarnya.

Sam’ani juga membuka peluang integrasi antara koperasi gapoktan setempat dengan program Koperasi Merah Putih yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, digitalisasi manajemen keuangan koperasi melalui aplikasi menjadi langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan dana.

“Di Mlatinorowito sudah berjalan koperasi gapoktan. Ke depan, bisa disinergikan dengan Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati juga mendukung kemajuan pelaku UMKM di Kelurahan Mlatinorowito. Ia memberi perhatian khusus pada keberadaan Kedai Balita, yang dinilainya efektif membantu pemenuhan gizi anak-anak usia dini.

“Kedai Balita ini sangat bermanfaat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita. Ini langkah preventif yang patut dicontoh,” ujarnya.

Lurah Mlatinorowito, Ainnur Sri Yulianing Sutrisno, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki beragam UMKM di sektor kuliner. Ia juga menyebut bahwa pengelola Kedai Balita telah menjalani pelatihan dari Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus serta telah mengantongi sertifikat kompetensi.

“Seluruh tenaga di Kedai Balita sudah mendapat pelatihan resmi dan bersertifikat. Ini bagian dari komitmen kami memberikan layanan terbaik,” jelas Ainnur.

Setelah dari Mlatinorowito, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Gondangmanis. Di sana, ia memuji upaya desa dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan pertanian yang mencakup tanaman tebu, jagung, ketela, gembili, hingga berbagai jenis umbi-umbian.

“Program ketahanan pangan di Gondangmanis luar biasa. Tidak hanya fokus pada hasil panen, tapi juga mendukung infrastruktur pertanian dengan pembangunan Jalan Usaha Tani,” ungkapnya.

Selain sektor pangan, Sam’ani juga menyoroti inisiatif pengelolaan sampah melalui bank sampah yang dijalankan desa. Ia menilai inovasi tersebut bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Ada beberapa bank sampah di sini. Ini bisa dijadikan role model bagi wilayah lain yang belum menerapkan pengelolaan sampah secara terstruktur,” katanya.

Kepala Desa Gondangmanis, Susanto, menyampaikan bahwa desanya sudah menerapkan sistem pertanian cerdas (smart farming) untuk membantu para petani memantau kondisi lahan, termasuk kesuburan tanah dan kelembapan air. Desa juga telah membangun Jalan Usaha Tani untuk memperlancar distribusi hasil panen. Salah satu bank sampah bahkan bekerja sama dengan Pegadaian.

“Saat ini kami memiliki tiga bank sampah. Salah satunya, Bank Sampah Muria Indah, sudah menjalin kemitraan dengan Pegadaian. Masyarakat bisa menukar sampah dengan emas—sebuah inovasi yang sangat kami banggakan,” terang Susanto.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton turut hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris. Para kepala desa dan lurah juga turut memberikan dukungan penuh bagi peserta lomba yang mewakili wilayah masing-masing.

Ali Bustomi