SRAGEN (SUARABARU.ID)- Kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengirim siswa bermasalah di didik di barak militer, masih menimbulkan pro dan kontra. Namun hal itu tetap dilakukan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan dimulai sejak 2 Mei 2025, bertepatan Hari Pendidikan Nasional.
Terkait kebijakan yang dilakukan Gubernur Jabar itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan sebaiknya ditanyakan ke Gubernur Jabar.
“Karena program tersebut memang otoritas gubernur dan bupati di masing-masing pemerintah daerah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat Silaturahim Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah di Dapur Lely Resto, Puro, Karangmalang, Sragen, Sabtu (3/05/2025).
Abdul Mu’ti menambahkab, untuk lebih jelasnyaagar hal itu ditanyakan ke Gubernur Jabar.
Gubernur Jabar Dedy Mulyadi melalui medsosnya mengungkapkan, pengiriman siswa nakal ke barak militer setelah ada kesepakatan antara pihak sekolah asal siswa dan orang tua.
Abdul Mu’ti mengakui tak melupakan Sragen. Karena memiliki kaitan historis di awal perjalanan kariernya, dia pernah terpilih sebagai ketua saat Muswil Pemuda Muhammadiyah Jateng yang digelar di Sragen.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan Sekretaris PW Muhammadiyah Dodok Sartono serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ali Rosyidhi beserta Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah dan guru serta sekitar 2.800 warga dan tokoh Muhammadiyah menyambut kehadiran Mendikdikdasmen.













