blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat membuata desain batik usai membuka Expo Gelar Karya Tugas Akhir Produk Kreatif Siswa SMKN 2 Jepara, Senin 28 April 2025. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap 450 siswa kelas XII  SMKN 2 Jepara, yang telah menampilkan karya terbaiknya dalam pameran tugas akhir.

Hal tersebut disampaikan oleh  Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat membuka  Expo Gelar Karya Tugas Akhir Produk Kreatif Siswa SMKN 2 Jepara, Senin 28 April 2025 di halaman aula  sekolah tersebut. Pameran akan digelar hingga tanggal 30 April mendatang.

blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat dialog dengan siswa dan guru jurusan Tata Busana didamp;ingi Plt Kepala Sekolah, Sugiyanto. Foto: Hadepe

Pembukaan expo dengan tema  “Ekspresi Diri Melalui Karya Seni,” ditandai dengan pemukulan gong oleh Haris Wahyudi didampingi oleh Plt Kepala SMKN 2 Jepara Sugiyanto, dan pengawas SMK Harmananto. Pembukaan juga dimeriahkan dengan tarian dan fashion show.

blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat membuka Expo Gelar Karya Tugas Akhir Produk Kreatif Siswa SMKN 2 Jepara, Senin 28 April 2025, didampingi Plt Kepala SMKN 2 Jepara Sugiyanto dan Pengawas SMK Harmananto. Foto: Hadepe

Lebih lanjut Haris Wahyudi mengungkapkan, SMKN 2 Jepara memang dikembangkan untuk mendukung pengembangan industri kreatif   di Kabupaten Jepara. “Bahkan untuk jurusan kriya kreatif kayu dan rotan seharusnya menjadi andalan SMKN 2 Jepara. Sebab kriya kreatif ini salah satu kompetensinya adalah seni ukir yang sesuai dengan kekuatan absolut Jepara,  yaitu seni ukir. Prodi ini juga satu-satunya di Indonesia,” ungkap Hari.

blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat kunjungi stan Kriya Kreatif Kayu dan Rotan. Foto: Hadepe

Namun ia menyayangkan, saat ini animo anak-anak muda untuk  sekolah di jurusan kriya kreatif kayu dan rotan sangat minim. “Salah satu  faktornya adalah  penghasilan tenaga kerja sektor ukir   lebih rendah dibandingkan sektor yang lain. Faktor minat yang dilatarbelakangi kesejahteraan ini tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab sekolah, tetapi semua pemangku kepentingan terkait,” papar dia.

blank
Fashion Show meriahkan pembukaan Expo Gelar Karya Tugas Akhir Produk Kreatif Siswa SMKN 2 Jepara, Senin 28 April 2025. Foto: Hadeoe

Sebenarnya  menurut Haris Wahyudi, karya seni harus mendapatkan penghargaan dari masyarakat hingga jika kelak siswa masuk dunia kerja dan mampu menghasilkan karya  mendapatkan penghasilan yang layak.

Ia juga berpesan kepada siswa kelas XII, jika sudah lulus nantinya hendaknya nya melanjutkan kuliah atau menjadi wirausaha. “Dengan kompetensi yang kalian miliki, jangan takut untuk melalukan kompetisi di dunia usaha,” pintanya. Apalagi sekolah ini  memiliki  Craft & Craft Gallery yang dapat menjadi pusat pembelajaran siswa dalam memasarkan hasil karyanya, tambahnya

blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi saat mengunjungi Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan

Sementara Plt Kepala SMKN 2 Jepara Sugiyanto menjelaskan, gelar karya tugas ini adalah pencapaian  karya  terbaik siswa. “ Ini menunjukkan bahwa siswa SMKN 2 Jep;ara telah memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” tuturnya.

Karena itu ia mengucapkan teriama kasih kepada dunia industri yang telah bekerjasama untuk mempersiapkan generasi masa depan dengan ketrampilan yang dibutuhkan.  Juga kepada para guru yang telah membimbing  siswa hingga dapat melahirkan karya terbaiknya.

blank
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi bersama guru dan siswa Tata Busana didamping Plt Kepala, Ketua Komite SMKN 2 Jepara. Foto: Hadepe

Terkait dengan jurusan kriya kreatif kayu dan rotan menurut Sugiyanto, akan diusahakan bea siswa bagi anak-anak yang akan mengambil jurusan ini pada tahun ajaran yang akan datang.

Hadepe