blank
Pengurus cabang olahraga mengikuti rapat KONI hari ini (Sabtu, 26/4/25). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Magelang periode 2024-2028  menggelar rapat perdana dengan pengurus 35 cabang olahraga (cabor), hari ini Sabtu 26 April 2025. Pertemuan di salah satu ruang Pemkab setempat itu membahas persiapan pra-Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jateng, program kerja dan tentang dana hibah dari Pemkab.

Ketua Umum KONI, Giyat Sasmoyo, dalam kesempatan itu memperkenalkan nama-nama pengurus KONI di periode sekarang ini. Mengingat baru pertama kali menggelar rapat dengan pengurus cabor. Ketika menyinggung anggaran, dia menegaskan bahwa
ploting anggaran hibah dari pemkab setempat transparan dan akuntabel.

Sementara itu Ketua Harian KONI, Setyo Prihandono, dalam kesempatan itu menyatakan bahwa pengurus KONI punya tanggung jawab untuk memajukan Kabupaten Magelang agar punya prestasi olahraga yang lebih baik dibanding sebelumnya. “Kalau pengurus KONI punya target, cabor juga harus punya target yang luar biasa. Tapi kalau pengurus KONI tidak bisa mengakomodir cabor ya sama saja,” katanya.

Oleh karena itu dia mengajak cabang olahraga bersinergi untuk bersama-sama memajukan olahraga di daerah itu dengan parameter yang sudah terukur. Salah satunya mempersiapkan even yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga Jawa tengah, yaitu di Porprov. Maka diharap  masing-masing cabor memiliki target.

Pada bagian lain dia sebutkan, di Porprov Jateng tahun 2023 Kabupaten Magelang berada di peringkat 18. Dia ajukan pertanyaan kepada cabor, di Porprov mendatang akan menargetkan di peringkat berapa. “Sepuluh besar,” jawab para pengurus cabor kompak.

Ditegaskan, kita harus punya target. Sedangkan untuk mencapai target melalui proses. Maka perlu mengevaluasi setiap saat, supaya apa yang ditargetkan bisa tercapai.

blank
Rapat KONI berlangsung demokratis, diwarnai berbagai masukan dari cabor. Foto: eko

Diingatkan, target harus realistis sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kalau melalui hal biasa ya hasilnya akan biasa saja. Maka harus keluar dari hal-hal yang biasa saja.

Selebihnya dikatakan, KONI bukan merupakan ladang untuk mencari rezeki. Tapi merupakan wadah untuk mengembangkan olahraga. Syukur bisa menjadi barometer di Jawa Tengah.

Investor

Pada kesempatan yang sama dia menyatakan sudah berusaha mencarikan dana dari investor. Supaya Kabupaten Magelang punya fasilitas olahraga bertaraf internasional. Menurut dia sudah ada investor dari Cina.

Menurut pendapatnya, kalau dana APBD Kabupaten Magelang  digunakan untuk membangun stadion, sport center, kasihan kebutuhan anggaran untuk yang lain. Maka dia akan berusaha mencari anggaran dari APBN. “Sebab kalau tidak ada fasilitas prasarana yang memadai, itu kurang mendukung prestasi. Hasilnya juga berbeda. Intinya supaya olahraga terfasilitasi,” tandasnya.

Dia juga menyinggung jumlah dana hibah dari Pemkab untuk KONI tahun ini sebesar Rp 2 miliar. Pemberian bantuan untuk cabor harus ada dasar hukumnya, sehingga mendapat dukungan. Supaya tidak ada kecemburuan.

Wakil Sekretaris II, Arif Harsoyo, dalam rapat tersebut memaparkan skala penggunaan anggaran bagi cabor. Yakni bisa digunakan untuk melakukan musyawarah kabupaten (Muskab) bagi cabor yang habis masa kepengurusannya, bisa untuk mengirim atlet ke pra-Porprov dan kalau ada sisa dana bisa digunakan untuk mengadakan kejuaraan.

Eko Priyono