blank
Mewakili Dandim 0728, Kasdim Mayor (Inf) Suwandi (berdiri menghadap lensa), menyampaikan sambutan pada acara rapat pleno PPAD.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bertempat di kediaman Letkol (Purn) Slameto, di Kampung Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, digelar rapat pleno Persatuan Purnawirawan Angkat Darat (PPAD) Kabupaten Wonogiri.

Begug Suwarman mengabarkan, rapat pleno Triwulanan I Tahun 2025 tersebut digelar Senin (21/4/25), yang dirangkai dengan acara halalbihalal. Hadir Dandim 0728 Wonogiri yang diwakili Kasdim Mayor (Inf) Suwandi. Sesepuh Pepabri Kompol (Purn) Sutopo Broto, Kepala Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, Ketua Perip Cabang Wonogiri, Ny Teguh. Juga hadir Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang merangkap sebagai Ketua PPAD Kabupaten Wonogiri, Kapten (Purn) Ridwan Atjo Amin beserta pengurus inti tingkat kecamatan se Kabupaten Wonogiri.

Acara diawali dengan penyampaian laporan Pelda (Purn) Kartino selaku Sekertaris PPAD. Ketua PPAD Kabupaten Wonogiri Kapten (Purn) Ridwan Atjo Amin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat datang kepada semua yang telah berkenan hadir. Juga menyampaikan tentang persyaratan dan hak anggota menerima santunan dari PPAD yang meninggal dunia. Kepada semua anggota diminta mempersiapkan administrasi yang diperlukan. Disampaikan pula informasi pergantian Ketua PPAD, yang sekarang merangkap Ketua LVRI Kabupaten Wonogiri.

Kasdim 0728/Wonogiri dalam sambutannya, menyampaikan, Ketua PPAD yang memangku jabatan rangkap, hendaknya disyukuri bahwa itu suatu amanah. Terkait dengan prosedur pemakaman dengan upacara militer, agar diberi tenggang waktu untuk persiapan. Koordinasikan dengan Koramil, untuk segera ditindaklanjuti secepatnya.

Kompol (Purn) H Soetopo Broto sebagai penasehat, menyampaikan tausiyah makna halalbihalal, Mengajak mensyukuri nikmat Allah diantaranya syukur dengan lisan, hati dan syukur dengan beramal. Termasuk mensyukuri kemerdekaan RI, dimana para pejuang dan para pahlawan andil besar dalam mewujudkannya.

Para purnawirawan, tandas Soetopo Broto, wajib mempertahankan dengan segenap jiwa raga, yang disesuaikan kemampuan dan kondisi sekarang, serta tetap ikut mengisi kemerdekaan sesuai cita-cita para pendahulu pendiri negeri.

”Sebagai insan purnawirawan, harus mampu berusaha mewariskan nilai-nilai keikhlasan pengabdian kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, utamanya anak anak kita,” tandas Soetopo Broto.(Bambang Pur)