blank
Mendikdasmen Abdul Mu'ti didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Kapolres AKBP Eka Baasith Syamsuri menandatangani prasasti program sekolah internasional di Universitas Muhammadiyah Gombon, Minggu 20/4.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para pejabat untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat dengan perlaku hidup sederhana.

Ajakan terseBUt disampaikan  Abdul Mu’ti ke Kebumen saat  menghadiri Pengajian Akbar dan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Gombong di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kebumen, Minggu (21/4).

Kedatangan Abdul Mu’ti disambut hangat Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan suaminya HM Yahya Fuad beserta jajaran Forkopimda, dan segenap civitas akademik Universitas Muhammadiyah Gombong.

Dalam ceramahnya, Abdul Mu’ti berbicara banyak menyampaikan  sifat keteladanan seorang pejabat yang harus menjadi contoh bagi masyarakatnya. Yakni, harus mampu hidup sederhana. Karena perintah ini pun merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus dijalankan.

Abdul Mu’ti yang juga  Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan, saat dirinya resmi menjabat menteri pendidikan, ia telah membuat aturan yang mengajarkan seluruh jajarannya untuk bersifat sederhana. Misalnya, perjalanan dinas naik pesawat, harus kelas ekonomi.

“Jadi kalau saya naik pesawat sekarang, saya sudah membuat kebijakan tentang penerapan pola hidup sederhana.  Kalau perjalanan dinas naik pesawat kelasnya ekonomi. Ini berlaku bagi menteri dan jajarannya,”ujar Abdul Mu’ti.

blank
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan materi pada Pengajian Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah di Unimugo Gombong, Kebumen,,Minggu 20/4.(Foto:SB/Prokopim)

Kemudian saat perjalanan dinas di daerah, menginapnya cukup di balai-balai yang dimiliki Kementerian. Jika tidak ada, baru dibolehkan menginap di hotel. Maksimal hotelnya bintang empat, dan kelasnya non-swift yang bisa untuk ramai-ramai.

“Kemudian yang berikutnya kalau kita ini bepergian ini saya mulai mengurangi yang mendampingi saya itu hanya boleh maksimal dua orang, tidak boleh lebih. Ini juga merupakan bagian dari efisiensi dari kebijakan Presiden,”ujarnya.

Terakhir kata Mu’ti, sebagai pejabat, pihaknya harus bisa bekerja atau melayani masyarakat dengan tulus, bukan melayani karena fulus. Ia berharap, seluruh pejabat di Kebumen pun bisa membiasakan diri untuk hidup sederhana, dan bekerja melayani rakyat dengan tulus ikhlas.

Bupati Lilsi Nuryani menyampaikan, dirinya memang mengenal sosok Abdul  Mu’ti sebagai seorang yang sederhana, bahkan jauh sebelum menjadi menteri. Kesederhanaan itu patut menjadi contoh bagi dirinya dan kader-kader Muhammadiyah di mana pun berada.

“Saya tahu beliau ini Pak Menteri kalau rapat biasa hanya menggelar tikar dan makan siangnya cukup dengan nasi bungkus. Luar biasa. Kalau menteri saja nasi bungkus, ya,”ujar Lilis sembaril tersenyum lebar.

Bupati menyampaikan rasa senang dan bangga atas kedatangan Mendikdasmen. Kehadirannya di Gombong kata dia, seperti keluarga sendiri yang pulang kampung, karena sama-sama aktif dalam satu organisasi keagamaan.

“Saya sendiri adalah kader Aisyiyah yang saat ini menjadi Bendahara Pimpinan Cabang Aisyiyah Gombong. Jadi rasanya seperti menyambut keluarga yang pulang kampung. Karena Muhammadiyah dan Aisyiyah itu bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan dan pengabdian bagi kita semua,”tutur Lilis.

Bupati berharap, dari kunjungan Mendikdasmen akan lahir perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap  pendidikan di Kabupaten Kebumen. Ia menyampaikan, Kebumen saat ini terdapat 863 Sekolah Dasar, 204 Sekolah Menengah Pertama, 51 Sekolah Menengah Atas, dan 66 Sekolah Menengah Kejuruan.

“Kami terus berupaya menciptakan iklim kerja yang lebih humanis bagi para guru.  Salah satunya dengan mendorong kebijakan agar guru-guru bisa mengajar di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya,”terang orang nomer  satu di Kebumen itu.

Menurut Bupati, kebijakan tersebut agar waktu mereka tidak habis di jalan. Para guru bisa lebih dekat dengan keluarga, lebih dekat dengan muridnya, lebih hemat transportasinya, dan lebih nyaman dalam bekerja.

Selain itu, pihaknya juga sedang menjalankan program fleksibilitas kerja bagi ASN di dunia pendidikan, dengan sistem bekerja dari rumah atau bekerja dari mana pun, terutama saat anak-anak sekolah sedang liburan

“Harapannya, para guru juga bisa lebih fleksibel, tapi tetap produktif dan itu semua demi mewujudkan lingkungan kerja yang lebih sehat dan bahagia,”tandas Lilis.

Komper Wardopo