WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Perputaran uang dari event Festival Mudik yang digelar selama libur lebaran di awal bulan April 2025 di Wonosobo mencapai Rp 3,9 miliar.
Hal itu menunjukkan bahwa kunjungan wisata selama event Festival Mudik mengalami peningkatan. Wisatawan dari berbagai luar kota bahkan luar negeri berdatangan ke daerah pegunungan ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo menyebut, angka perputaran tersebut belum termasuk yang masuk di sektor perhotelan, parkir, transportasi, dan oleh-oleh yang masih dalam proses penghitungan.
Dia juga mengungkapkan bahwa okupansi hotel sempat rendah di awal lebaran karena penurunan jumlah pemudik secara nasional. Namun, kondisi berubah setelah event Festival Mudik dimulai.
“Hotel sempat sepi di malam pertama lebaran karena pemudik turun. Tapi setelah event Festival Mudik dimulai, hotel-hotel justru penuh karena jumlah kunjungan wisatawan meningkat,” kata Agus, Jumat (18/4/2025).
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa event wisata di Wonosobo berhasil menarik kunjungan wisata, bahkan ketika daerah lain di Jawa Tengah justru mengalami penurunan wisatawan 10–20 persen, selama libur lebaran.
Dia bersyukur Wonosobo justru mengalami peningkatan kunjungan. Hal ini juga berdampak positif pada ekonomi warga sekitar lokasi event. Banyak pelaku UMKM, rumah makan dan hotel yang meraup keuntungan di event Festival Mudik.
“Event Festival Mudik tersebut sangat membantu peningkatan wisatawan. Alhamdulillah, Wonosobo justru naik dibanding daerah lain. Tahun ini, Wonosobo menggelar dua event balon udara,” katanya.
Pertama, Festival Mudik di bulan Syawal, yang mengangkat tradisi menerbangkan balon saat lebaran di 15 titik berbeda di Wonosobo. Puncaknya Festival Balon Udara di Alun-Alun.
“Kedua adalah event balon dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang akan digelar pada bulan Juli 2025 nanti, dengan konsep formasi balon menyerupai Gunung Sindoro atau Telaga Menjer,” terangnya.













