blank
Dalang Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo (MPP) Bayu Aji yang putra Dalang Kondang Ki Anom Suroto, Sabtu malam besok (5/4/25) akan mendalang di Balai Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARUI.ID) – Sejak Hari H Lebaran Idul Fitri 1446 H (2025 M), masyarakat beramai-ramai menggelar acara halalbihalal. Ada yang dikemas sebagai event reuni akbar (pertemuan besar) atas nama trah (keluarga besar), paguyuban, komunitas warga lingkup dusun dan desa atau kelurahan.

Istilah Halalbihalal, masuk ke dalam Kamus Jawa-Belanda karya Dr Th Pigeaud 1938. Yang disebutkan sebagai halal behalal dengan arti salam (datang, pergi) untuk (saling memaafkan di waktu lebaran). Dalam Bahasa Arab, Halalbihalal berasal dari kata halla atau halala yang memiliki banyak arti sesuai dengan konteks kalimatnya, di antaranya menyelesaikan kesulitan, mencairkan yang beku, meluruskan benang kusut atau melepaskan ikatan yang membelenggu.

Gelaran acara ini, lazim menyertakan tausiyah penyampaian makna halalbihalal oleh Ustadz atau Ustadzah. Ditandai penyampaian ikrar saling maaf-memaafkan, disampaikan oleh perwakilan yang berusia muda kepada generasi sepuh (senior).

Di Kabupaten Wonogiri, acara halalbihalal ada yang dimeriahkan dengan pentas kesenian Reog Dadak Merak dan pagleran wayang kulit semalam suntuk. Tentu saja, ini membutuhkan dana yang tidak kecil. Tapi hadirnya kaum boro (perantau) yang pulang mudik dan juga para pihak yang bersedia jadi donatur, menjadikan dana penyelenggaraan halalbihalal tidak masalah.

Sebagaimana yang terjadi pada halalbihalal di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri misalnya. Acara yang akan digelar Sabtu malam (5/4/25) besok, menghadirkan dalang kondang Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo (MPP) Bayu Aji. Putra dalang kondang Ki H Anom Suroto Surakarta ini, akan membawakan Lakon Mbangun Pura Kencana. Event wisata budaya ini, sekaligus dalam rangka ritual Bersih Desa Merti Bumi Desa Lebak.

Lain halnya dalam acara halalbihalal di Desa Kerjo, Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Menampilkan Dalang Ki Sugiyanto dengan Lakon Pendawa Kumpul, acara ini sekaligus sebagai event Reuni Akbar Trah Poijoyo. Menghadirkan Bintang Tamu Bagong Glondor (pelawak) dan Waranggana UuT Salsabilah.

Warisan Dunia

Di Balai Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, acara halalbihalal Lebaran Idul Fitri 1446 H (2025 M) Rabu malam sampai Kamis dini hari tadi (2-3/4/25), dimeriahkan dengan wayang kulit Lakon Amarta Binangkit, Dalang Ki Parwanto Condro Darsono SSn dengan Bintang Tamu Anting Lambangsih.

Seniman Pangrawit Yato Baloeng Putu Biyung, menyatakan, semalam, wayangan halalbihalal digelar di Pagutan Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Dipentaskan Dalang Ki Aryo Prabwa dari Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Menampilkan Lakon Pandu Swarga. ”Untuk Dalang Ki Alif, semalam pentas wayangan halalbihalal di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri,” ujar Rama, peraih juara lomba dalang remaja Kabupaten Wonogiri.

Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya Kanjeng Raden Arya (KRA) Drs Pranoto Adiningrat MM yang juga Abdi Dalem Keraton Surakarta, menyatakan, tidak salah bila halalbihalal dimeriahkan dengan pentas wayang kulit. ”Ini menjadi wujud pelestarian budaya bangsa. Apalagi, Wayang Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya dunia,” jelas Pranoto.

Wayang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada Tanggal 7 Nopember 2003. Yakni sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, atau karya kebudayaan yang mengagumkan. UNESCO adalah United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, yaitu Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan.

Wayang Indonesia, dinilai mampu meningkatkan identitas nasional, memiliki muatan pesan pendidikan (edukatif) dan pembawa identitas budaya di mata internasional. Sebagai seni pertunjukan, wayang menggabungkan seni mendongeng, musik gamelan dan pesan moral. Menjadi media edukasi dan hiburan yang kaya akan tradisi Nusantara.(Bambang Pur)