blank

BREBES (SUARABARU.ID) : Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem, sistem pemilahan sampah menjadi salah satu langkah nyata yang diimplementasikan oleh banyak komunitas dan pemerintahan di seluruh dunia. Melalui pemilahan sampah, material yang dapat didaur ulang dapat dipisahkan dari sampah non-daur ulang. Sistem pemilahan sampah adalah proses pengelompokkan dan pemisahan berbagai jenis sampah berdasarkan kategori tertentu. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan daur ulang dan pengelolaan sampah secara lebih efisien. Di Desa Tanjungsari Kecamatan Wanasari Brebes, pengolahan sampah hanya dilakukan pembakaran menggunakan tungku. Hal tersebut berdampak negatif pada lingkungan, seperti air lindi dan polusi udara.

blank

Dalam mengatasi hal tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip 2022/2023 berupaya untuk mengedukasi warga Desa Tanjungsari mengenai pentingnya pemilahan sampah untuk menjaga lingkungan. Dari tagline “Ayo Ikut! : Jaga Lingkungan Mulai dari Rumah” kami berharap warga Desa Tanjungsari dapat memulai kebiasaan memilah sampah dimulai di rumah tangga. Kegiatan edukasi tersebut dilakukan secara bergiliran dari RW 01 sampai RW 05 dengan metode sosialisasi, di akhir kegiatan warga yang hadir diberikan totebag sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik.

Tahapan dalam kegiatan ini, yaitu penyampaian materi, penayangan video, dan diskusi. Penyampaian materi terdiri dari peraturan pemerintah mengenai kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, dan dampak negatif penumpukan sampah. Penayangan video berisi pengolahan dari sampah organik berupa pembuatan pupuk kompos dan sampah anorganik sebagai media tanaman hidroponik. Selanjutnya dilakukan diskusi mengenai materi yang disampaikan dan diakhiri dengan pemberian totebag. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus sebagai media penyampaian informasi mengenai indikator penilaian dalam lomba kebersihan yang diadakan untuk memeriahkan acara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 78  Republik Indonesia

Pengelolaan sampah yang efektif memerlukan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah dapat membantu dengan menyediakan fasilitas pemilahan sampah, mengatur sistem pengangkutan sampah, dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. Sementara itu, partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dengan benar dan melibatkan diri dalam program daur ulang adalah kunci kesuksesan dari sistem pemilahan sampah.

Penerapan sistem pemilahan sampah memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Dengan memisahkan sampah organik dari sampah non-organik, limbah organik dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Selain itu, dengan daur ulang material seperti plastik, kertas, dan logam, penggunaan sumber daya alam dapat dikurangi, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan bumi.

Kami berharap dengan adanya sistem pemilahan sampah yang efektif dan partisipasi aktif dari masyarakat, kita dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Tindakan kecil ini adalah langkah nyata menuju lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dengan memulai dari pemilahan sampah di rumah kita masing-masing.

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi mengenai pemilahan sampah dari mahasiswa KKN Undip ini semoga menjadi awal bagi warga Desa Tanjungsari untuk menyadari betapa pentingnya pemilahan sampah. Seperti yang sudah dicontohkan oleh mahasiswa dalam pembuatan pupuk kompos, kotoran hewan ternak juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos”  demikian ungkap Imron selaku Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tanjungsari.

Rachma Purwanti.