KUDUS (SUARABARU.ID) – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus hingga Minggu (1/1) terus meluas. Ribuan rumah warga mulai tergenang dan diperkirakan warga yang harus dievakuasi juga bertambah.
Total sebanyak 16 desa di empat Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kudus yang terdampak akibat banjir.
Informasi lapangan, penambahan genangan paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Mejobo tepatnya di Desa Kesambi. Sungai Piji yang melintas desa limpas sehingga airnya meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
Tingginya debit air ini dikarenakan hujan yang terus menerus mengguyur terutama di kawasan atas pegunungan Muria.
“Untuk wilayah Kesambi, debit air meningkat dan limpas. Langkah darurat berupa penambalan karung berisi pasir sudah tidak memungkinkan sehingga langkah yang kami lakukan adalah mulaimengevakuasi warga,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Junaidi.
Menurutnya, tim BPBD di lapangan saat ini masih terus memantau kondisi di lapangan. Mereka juga mulai mengimbau warga untuk evakuasi ke lokasi-lokasi pengungsian.
Sementara, di wilayah Desa Temulus, debit air sungai Dawe yang meluap juga belum kunjung surut. Meski tanggul yang jebol sudah sempat ditambal, namun tingginya debit air dipastikan akan melimpas ke rumah-rumah warga.
“Untuk debit sungai Piji dan Dawe saat ini memang cukup tinggi, sehingga limpasan air sudah masuk ke pemukiman penduduk,”paparnya.
Di wilayah Kecamatan Jati, genangan air yang terjadi di Dukuh Gendok, Barisan dan Tanggulangin, Desa Jatiwetan dan Dukuh Kencing, Desa Jatiwetan, juga tak kunjung surut. Warga yang sehari sebelumnya sudah mengungsi diperkirakan akan terus bertambah jika air tak kunjung surut.
Genangan di lokasi ini diakibatkan air hujan yang menggenang terlalu tinggi dan tidak bisa langsung terbuang ke sungai Wulan yang debitnya juga mulai naik.
Secara keseluruhan, kata Junaidi, upaya yang dilakukan saat ini adalah terus mempersiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum. Di wilayah Kecamatan Mejobo, setidaknya beberapa lokasi pengungsian sudah disiapkan yakni di Balai Desa Kesambi dan Temulus, serta di Balai Desa Payaman.
Sementara, di Kecamatan Jati, lokasi pengungsian masih terpusat di dua lokasi yakni Balai Desa Jatiwetan dan GKMI Tanjungkarang.
“Untuk wilayah Kecamatan Mejobo, jumlah warga yang mengungsi masih dinamis dan belum bisa mendapat angka pasti. Sedangkan di Kecamatan Jati, jumlah pengungsi yang semalam sudah dievakuasi berkisar 200 jiwa lebih. Jika ketinggian air terus meningkat, jumlah pengungsi bisa saja terus bertambah,”tandasnya.
Ali Bustomi













