blank
Wabup Wonosobo M Albar saat meninjau tempat produksi olahan buah tropis. Foto : SB/dok Prokompim

WONOSOBO(SUARA BARU.ID)-Wakil Bupati M Albar mengatakan Pemkab Wonosobo akan terus mendorong peningkatan perekonomian di tiga titik sektor utama. Yakni bidang pariwisata, UMKM dan pertanian.

“Selama ini dan waktu yang akan datang, tiga sektor utama tersebut jadi penopang ekonomi masyarakat, khususnya para perani. Sebab, bidang pariwisata, UMKM dan pertanian merupakan potensi yang sangat bagus di Wonosobo,” katanya.

M Albar mengatakan hal itu saat menyambangi rumah produksi olahan buah tropis dengan metode vacuum fried/vacuum frying di Desa Kapencar Kertek. Dia juga meninjau langsung tempat produksi hasil petani setempat yang sudah menjalin kerjasama dengan swasta.

Seperti halnya dalam pertanian, lanjutnya, upaya meningkatkan taraf hidup para petani di Wonosobo terus dilakukan. Seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB) Global Agro Jaya yang berupaya mencari peluang menjanjikan.

“Kita berterima kasih kepada swasta yang sudah berinisiasi membuka rumah produksi di Wonosobo bekerjasama dengan KUB. Saya kira ini kolaborasi yang perlu terus didukung Pemkab Wonosobo,” tutur Wabup.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa Pemkab Wonosobo harus hadir untuk mendampingi pelaku UMKM dan melakukan percepatan dengan adanya peluang kerjasama yang sudah terjalin ini.

“Di Wonosobo petani belum bisa memproduksi buah kering karena belum tahu. Padahal hasil pertanian khususnya buah di sini melimpah. Ini perlu ada sosialisasi seperti pengembangan buah-buahan menjadi kripik. Ini tentunya melalui proses,” jelasnya.

Albar juga menghimbau kepada dinas-dinas terkait untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat sekaligus bekerjasama dengan pihak swasta, rumah produksi dan KUB.

Diharapkan M Albar produk inovasi baru ini tidak hanya satu variasi saja harus lebih banyak. Sehingga dapat mengantisipasi saat hasil pertanian yang lain melimpah dan mengalami harga anjlok.

“Dengan adanya variasi ini diharapkan harga hasil petani tidak hanya standar tetapi bisa lebih tinggi. Agar petani lebih berdaya dan sejahtera. Hal ini perlu didukung karena akan berdampak pada hajat hidup orang banyak,” tandas Wabup.

Putar Otak

blank
Wabup Wonosobo M Albar foto bersama dengan pelaku UMKM olahan buah tropis. Foto : SB/dok Prokompim

Sementara itu, Danang Suwandono sebagai penggerak KUB Global Agro Jaya, juga menyampaikan berawal dari keprihatinan hasil pertanian yang banyak dirijek dan dibuang akibat adanya PPKM saat pandemi global Covid-19, pihaknya melakukan terobosan baru.

“Bersama para petani kami memutar otak untuk dapat bangkit paska pandemi. Hingga terbesit ide dengan mengadakan iuran dana petani dan membentuk KUB. Dana itulah yang digunakan petani untuk menjalin kerjasama dengan pihak swasta yakni PT Menara Pangan Desa,” kisahnya.

Melalui kerjasama tersebut, kata dia, para petani mampu mengolah hasil pertanian hingga memiliki nilai jual tinggi dengan inovasi olahan snack buah tropis dan berhasil menjadi produk berkualitas premium.

“Dari kerjasama tersebut petani berperan langsung di dalamnya. Yakni memiliki saham, tenaga kerja, hingga bahan produksi yang melibatkan petani. Petani punya pabrik dan menggandeng swasta yang punya modal besar, teknologi maju, pemasaran bisa ke luar negeri. Kita bisa memanfaatkan itu,” jelas dia.

Senada, CEO PT Menara Pangan Desa, Richardo Petricius Utoyo atau yang akarab disapa Edo juga menyampaikan pengolahan hasil pertanian seperti buah dan sayuran menggunakan vacuum fried atau vacuum frying dengan menggoreng bahan baku dengan tekanan api rendah.

“Cara tersebut di dinilai cocok untuk mengolah buah dan sayur di Wonosobo dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi melihat komoditas buah yang dihasilkan petani sangat beragam dan melimpah,” imbuhnya.

Dikatakan, dari hasil buah yang melimpah petani dibina. Sehingga kebutuhan perusahaan terpenuhi dan petani juga dapat benefit. Hasil pertanian yang diolah kembali ini menghasilkan produk yang berkualitas premium, memiliki pasaran yang luas dan harga yang kompetitif.

Meski saat ini masih berfokus pada komoditas buah-buahan seperti salak, nangka, dan nanas, tidak menutup kemungkinan ke depan akan mengembangkan hasil pertanian lain yang ada di Wonosobo.

“Kita juga akan berinovasi seperti bumbu-bumbuan, teh bunga rosela dan bunga melati. Jadi semua komoditas pertanian yang punya masalah harga bisa diolah untuk menaikan nilai harga,” pungkas Edo, pemuda kreatif yang bisa mengalihubah buah segar menjadi olahan kering.

Muharno Zarka