WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Ketua Malang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo, Heru Kurniawan Nurdiansyah menyebut bulan dana PMI tahun 2022 ini ditargetkan bisa mencapai Rp 1,7 miliar dalam waktu satu tahun.
“Bulan dana PMI kami targetkan Rp 1,7 miliar bisa tercapai. Pasalnya semua unsur di masyarakat, baik dari pemerintah, BUMD, BUMN, lintas sektor pendidikan dan yang lainnya selama 3 bulan terarakhir ini terus bergerak,” katanya.
Heru Kurniawan N mengatakan hal itu, saat memberikan arahan dalam acara pelaksanaan evaluasi bulan dana PMI di Pendopo Bupati Selatan. Di bulan Agustus hingga Oktober 2022 nanti pergerakan dana PMI musti bisa berjalan maksimal.
Menurutnya, bulan dana PMI kini baru tercapai 30 persen pada bulan pertama atau sekitar Rp 630 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya kesiapsiagaan dan bantuan bencana, bantuan kemanusiaan, dan pelayanan pertolongan pertama bagi masyarakat.
Penggunaan dana PMI, lanjut Heru, diharapkan transparan dan akuntabel sehingga akan tepat sasaran membantu masyarakat yang membutuhkan. Apalagi belakangan ini kerap terjadi peristiwa bencana alam di Wonosobo.
“Saya harap, dulan dana PMI penggunaannya lebih transparan dan akuntabel dan lebih mengena kepada masyarakat yang membutuhkan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan bersama,” pintanya.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan, pelaksanaan kinerja bulan dana PMI 2022 didorong lebih optimal lagi, difokuskan pada perbaikan kendala dan permasalahan yang dihadapi.
Tepat Sasaran

“Pelaksanaan kinerja bulan dana PMI 2022 harus didorong lebih optimal lagi. Perlu difokuskan pada perbaikan kendala dan permasalahan yang dihadapi. Jika semua elemen terkait bergerak, hasilnya nanti akan lebih maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, Afif juga menyoroti pentingnya kehadiran relawan yang terkoordinasi sampai pada tingkat kecamatan dan desa se-Wonosobo guna mempercepat proses pelayanan dalam implementasi visi dan missi kemanusiaan.
“Proses perekrutan relawan harus lebih menyasar kepada generasi muda yang belum banyak beraktivitas di wilayahnya masing-masing. Mereka diberikan pemahaman materi kemanusiaan yang menarik dan menggembirakan. Sehingga mampu memunculkan kepedulian dan sifat tolong menolong dengan sesama,” pintanya.
Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo menyampaikan, dari target Rp 1,7 miliar, direncanakan akan dialokasikan untuk membantu masyarakat setempat, khususnya yang terdampak bencana alam dan masalah sosial.
“Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menyetor dana PMI diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait. Hal itu, agar dana PMI bisa segera dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Markas PMI Wonosobo Faisal Rojul Buntoro menambahkan, rincian penggunaan bulan dan PMI, 50 persen kembali ke masyarakat. 20 persen untuk kegiatan pembinaan dan 25 persen untuk kegiatan kemanusiaan PMI.
“Insya Allah penggunaan dana PMI bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. Dana PMI yang disalurkan juga tepat sasaran dan sesuai peruntukannya bagi warga yang membutuhkan bantuan sosial,” tandasnya.
Muharno Zarka













