JEPARA (SUARABARU.ID)-Project-Based Blended Learning (PBBL) merupakan model pembelajaran yang bersifat sinkronus dan asinkronus melibatkan pembelajaran tatap muka dan online maupun kolaborasi dengan tujuan merancang, mengulang, dan menyelesaikan tugas pembelajaran berbasis proyek atau produk tertentu (lihat: https://suarabaru.id/2021/08/11/pastikan-mahasiswa-dapat-pembelajaran-inovatif-ini-yang-dilakukan-unisnu-jepara/) .
Penerapan pembelajaran ini diintegrasikan dengan kemampuan abad 21 yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Pembelajaran dengan menggunakan model PBBL ini merupakan pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan mahasiswa tidak hanya secara kognitif, tetapi juga berbasis proyek (project-based).
Sejalan dengan perencanaan program pengembangan bahan ajar model project-based blended learning di kelas selama satu semester, dosen diwajibkan untuk menyusun rencana pembelajaran semester (RPS) dengan model project-based blended learning. Harapannya agar semua proses pembelajaran mulai pemetaan mata kuliah, pelatihan, pengembangan bahan ajar sampai pada penyusunan RPS model project-based blended learning dapat diperoleh sinergitas dan sesuai.
Karena itu, prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Penyusunan RPS dan Bahan Ajar Integrasi Model Project-Based Blended Learning ( 14-9-2021) di ruang seminar lt.3 gedung FTIK.
Kegiatan ini selain dihadiri oleh dosen-dosen tetap PBI, juga dihadiri oleh dosen-dosen lain perwakilan dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru SD (PGSD), dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD). Juga Wakil dekan 1, Husni Mubarok, M.Pd. yang turut mendampingi jalannya desiminasi yang dibuka oleh ketua Lembaga Pengembangan dan Inovasi (LPPI), Drs. Zainul Arifin MA, M.Hum.
Kegiatan ini menginisiasi bagi prodi lain dalam penyusunan RPS berdasarkan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sehingga meningkatkan mutu pembelajaran sesuai dengan abad-21. “Kita harus menyesuaikan perubahan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi prodi lain berupa pengarahan dan pendampingan di tingkat universitas,” ujar Drs. Zainul Arifin MA, M.Hum. Sejak diumumkan penyetaraan format RPS bagi para dosen UNISNU maka diharapkan adanya persamaan persepsi di tingkat universitas, tambahnya
Sementara itu menurut Husni Mubarok, M.Pd, presentasi RPS yang telah dipaparkan oleh dosen PBI menerapkan model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dikembangkan dengan aplikasi blended learning. “Dengan adanya presentasi RPS diharapkan ada pemahaman dan penyamaan persepsi modul yang akan diterapkan pada model pembelajaran PjBL,”ungkap Husni.
Alvaros