blank
Para personel TNI-Polri bersama relawan siaga bencana dari komunitas TRC Resi Giri, berjalan kaki menembus gelapnya malam, untuk memadamkan Karhutla di Kebyuk.(Dok.Humas Polres Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Terjadi lagi Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Wonogiri. Kali ini, dikhabarkan, kebakaran terjadi di area hutan rakyat Dusun Kebyuk Kidul, Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Tidak ada korban jiwa maupun ternak, kobaran api dapat dipadamkan tanpa merembet ke wilayah pemukiman warga.

Kebakaran hutan rakyat di Dusun Kebyuk tersebut, menjadi kasus Karhutla kedua kalinya dalam tempo sepekan terakhir ini di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seperti pernah diberitakan (suarabaru.id 15/7/26), Karhutla sebelumnya terjadi di kawasan hutan lereng Gunung Ngasem di Dusun Banyuripan RT 01/RW 03, Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Rabu (22/7/26), menyatakan, upaya pemadaman Karhutla dilakukan oleh personel Polsek Sidoharjo bersama TNI AD dari Koramil-17 Sidoharjo. Melibatkan para relawan siaga bencana dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Resi Giri, Perangkat Desa dan warga masyarakat.

Dilaporkan, kebakaran itu diketahui sekitar Pukul 18.00, setelah seorang warga, Andrian Suryo Nugroho, melihat kepulan asap tebal dari kawasan hutan di sisi barat perbukitan. Saat dilakukan pengecekan, api telah membakar daun jati yang mengering, semak belukar, serta area hutan rakyat yang ditumbuhi bambu dan pohon jati.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sidoharjo dan anggota Koramil 17 Sidoharjo bersama relawan TRC Resi Giri, segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Itu dilakukan dengan melibatkan Perangkat Desa dan warga masyarakat. Mereka sekaligus membuat ilaran (celah) untuk melokalisir agar kobaran api tidak merembet ke permukiman warga.

Puntung Rokok

Lahan yang terdampak merupakan kawasan semak belukar dan hutan rakyat, dengan luas terbakar sekitar 1,5 Hektare (Ha). Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar Pukul 21.40. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan. Ini dilakukan demi memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarang. Yang tanpa disadari, itu telah menimbulkan kebakaran pada serasah sampah hutan yang mengering. Di musim kemarau puncak yang menjadikan kondisi serba mengering ini, menyebabkan nyala api cepat membesar, dan meluas ketika ada tiupan angin.

Mewakili Kapolres Wonogiri, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang bergerak cepat menangani kebakaran, sehingga api tidak sampai menjalar ke kawasan permukiman. “Kami mengucapkan terima kasih kepada personel Polri, TNI, relawan TRC Resi Giri, Perangkat Desa dan masyarakat, yang telah bahu-membahu melakukan pemadaman,” tandas AKP Anom Prabowo. Kobaran api cepat dipadamkan, sehingga dampak kebakaran yang lebih besar dapat dicegah.

Kepada warga masyarakat, diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan kering. Jangan sembrono dalam bermain api, hindarkan pembakaran sampah. Sebab di musim kemarau yang serba mengering ini, pembakaran sampah, walau tujuannya untuk membersihkan lahan, itu menjadi sesuatu yang sangat rawan dalam memicu terjadinya kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah,” tegas AKP Anom Prabowo. Bila mengetahui ada titik api dan kepulan asap kebakaran, segera laporkan ke aparat, agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Polres Wonogiri terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan sinergi lintas sektor, dalam upaya mencegah terjadinya Karhutla. Ini dilakukan, sekaligus sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.(Bambang Pur)