blank
FRP 2026 tidak sekadar menyajikan tetabuhan kentongan irama ronda kampung, tapi menampilkan pula aneka kreasi seni yang spesifik untuk menjadikan event wisata budaya ini jadi tontonan yang menarik.(Dok.Ist)
PACITAN (SUARABARU.ID) – Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Juri Nomor: 400.6.1/01/KPTS/FRP26/2026, dinyatakan ada enam penyaji terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Festival Rontek Pacitan (FRP) 2026. Ada kontingen yang membawa serta aksesoris perahu lengkap peraga nelayan sebagai insan lautan.

Enam penyaji terbaik dari event bergengsi wisata budaya tersebut, dibedakan dalam dua kategori. Yakni masing-masing tiga juara terbaik untuk kategori tingkat kecamatan dan tiga juara terbaik untuk kategori pelajar.

Pemenang tingkat Kecamatan diraih oleh Bregodho Turonggo Mudho dari Kecamatan Arjosari, Ronthek Bumbung Kamulyan dari Kecamatan Pringkuku, dan Bregodho Bumi Wates dari Kecamatan Donorojo.

Sementara itu, untuk tingkat pelajar, Dewan Juri menetapkan Laskar Segara Wiyata dari Perwakilan SMK, Ronthek Pring Sejati Perwakilan Madrasah Aliyah (MA) dan Pandu Kridhaswara sebagai Perwakilan SMA. Para pemenang ini berhak membawa pulang trofi, piagam dan uang pembinaan.
Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, FRP 2026 digelar dari Tanggal 17 sampai dengan Tanggal 19 Juli 2026. Dikemas dalam bentuk sajian semacam prosesi pawai karnaval, menyusuri sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Alun-Alun Pacitan. Tahun ini, FRP tampil lebih istimewa, karena resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN).
Event wisata budaya ini, diikuti sebanyak 16 regu (kelompok) peserta, serta satu peserta ekshibisi. Mereka tampil secara kompetitif untuk mempertontonkan sajian seni ronthek dalam wujud pertunjukan kolosal. Tampilan mereka, menjadi magnet pariwisata dan ekonomi daerah.

Ogoh-ogoh

​Kesenian yang berawal dari irama bambu sederhana untuk kegiatan ronda ini, kini telah menjelma menjadi seni pertunjukan kompleks yang memadukan unsur musik, tari dan teatrikal. Tak kalah menariknya yang ditampilkan Kecamatan Pringkuku, sebagai salah satu penyaji terbaik di gelaran FRP 2026, menyertakan kapal lengkap bersama ikan jumbo dan para nelayan sebagai insan laut dalam pementasannya.

Kontingen Kecamatan Donorojo yang tampil terakhir, hadir di gelaran FRP 2026 dengan menyertakan beragam asesories keindahan angkasa. Ada langit dengan awan dan matahari yang jadi maskot utamanya. Peserta lain, ada menyertakan patung monster Buta Kala ukuran raksasa layaknya patung Ogoh-ogoh dalam pestatahunan Hari Raya Galungan di Pulau Dewata.

Tampilnya beragam tari-tarian dengan beragam atribut dan aneka skenario, menambah daya pikat FRP sebagai event wisata budaya yang masuk agenda KEN di Tanah Air. Para peserta juga melengkapi beragam instrumen seperti drum, gamelan, rebana dan bedug serta alat perkusi lainnya, untuk memperkaya irama nada. Utamanya untuk memperkaya bunyi-bunyian disamping dari tetabuhan pada instrumen baku kentongan bambu.

​Selain kemegahan seni budaya, penyelenggaraan festival ini turut memberikan dampak positif bagi roda perekonomian. Kehadiran fasilitas seperti gubug bambu dan Pasar Krempyeng dilaporkan berhasil meningkatkan omzet para pelaku UMKM lokal secara signifikan.

Mewakili Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, menyampaikan apresiasi sajian seni budaya dari FRP. Disebutkan, telah terjadi perkembangan yang signifikan pada tampilan FRP. Bukan sekadar irama dari kentongan bambu yang sederhana untuk kegiatan ronda, tapi telah berkembang menjadi pertunjukan seni yang spesifik dan sekaligus menjadi identitas kebanggaan daerah.(Bambang Pur)