
Sementara di tingkat provinsi, pemerintah menyiapkan peralatan Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator (CUSA), neuronavigasi, dan mikroskop operasi di seluruh 38 provinsi. Intervensi hulu-hilir ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun mendatang.
Langkah preventif dan penguatan layanan ini didukung penuh oleh para praktisi medis melalui forum ICONNS 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026. Forum bertema “Strategic Shift: Multidisciplinary Neuro-Care Synergy in Neuro-Oncology, Vascular, Spine, & Critical Care” ini menjadi ajang konsolidasi internasional yang mempertemukan sekitar 300–400 dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, anestesi, serta perawat dari dalam maupun luar negeri.
Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Mulkasana, menegaskan, penanganan penyakit neurologi seperti stroke terus meningkat dan karakteristiknya membutuhkan kecepatan diagnosis serta sinergi multidisiplin.
“Melalui ICONNS 2026, kita membangun standardisasi klinis yang seragam di seluruh daerah. Sinergi multidisiplin ini menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan permanen akibat stroke di Indonesia,” tegas Adin.
Ning S













