blank
Duel pemain Akademi Persib Bandung dengan Putri JP Jakarta di laga semifinal. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Peta persaingan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 resmi mengerucut. Empat tim terbaik berhasil memastikan tempat di partai puncak usai melewati laga semifinal yang berlangsung sengit di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (11/7).

Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung akan menantang Putri Garut, sedangkan pada kelompok U-15, Goal Aksis Cimahi bakal menghadapi Cipta Cendikia Football Academy (FA) Bogor dalam perebutan gelar juara nasional, Minggu (12/7).

Partai semifinal U-18 mempertemukan Akademi Persib Bandung dengan Putri JP Jakarta. Duel berlangsung ketat sej0ak menit awal dengan kedua tim sama-sama menguasai lini tengah dan saling menekan.

Akademi Persib akhirnya membuka keunggulan menjelang turun minum melalui eksekusi penalti Auliah Arifah setelah Keyra Az Zahra dijatuhkan di kotak terlarang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Putri JP Jakarta tampil lebih agresif. Hasilnya, Mentari Putri Hayfa Ramadani berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-45.

Saat pertandingan diperkirakan berlanjut ke babak adu penalti, Auliah Arifah kembali menjadi pembeda. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti pada menit ke-69 gagal dijangkau kiper Putri JP Jakarta sekaligus memastikan kemenangan Akademi Persib Bandung dengan skor 2-1.

Striker Akademi Persib Bandung, Nasywa Salsabila Fatah, mengaku bersyukur timnya mampu melewati laga berat tersebut.

“Kami bersyukur bisa lolos ke final. Besok kami akan bermain all-out karena ingin membawa pulang gelar juara,” ujar Nasywa.

Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, juga mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.

Di semifinal lainnya, Putri Garut sukses menyingkirkan Arema FC Women melalui kemenangan tipis 1-0.

Pertandingan berlangsung alot dengan minim peluang bersih. Gol semata wayang Putri Garut lahir pada babak kedua setelah kesalahan antisipasi kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, saat menghalau long ball Nazwa Bilbina Putri. Bola justru masuk ke gawang sendiri dan menjadi penentu kemenangan.

Meski Arema FC Women terus menekan hingga akhir laga, kokohnya lini pertahanan Putri Garut membuat skor 1-0 tetap bertahan.

Kapten Putri Garut, Ayu Wulan Agustin, menyebut keberhasilan melaju ke final merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain selama menjalani turnamen.

“Ini hasil dari disiplin latihan dan kerja keras tim. Kami siap menghadapi Akademi Persib Bandung di final,” katanya.

Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah, mengungkapkan timnya memang sengaja mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat untuk meredam permainan Arema FC Women.

“Kami datang sebagai kuda hitam. Target awal sebenarnya semifinal, tetapi sekarang kami ingin sekalian menjadi juara,” ujarnya.

U-15: Goal Aksis Hadapi Cipta Cendikia FA di Partai Puncak

Persaingan di kategori U-15 tak kalah menarik. Goal Aksis Cimahi memastikan tiket final setelah melewati drama adu penalti menghadapi sesama wakil Jawa Barat, Mojang Priangan Ciamis.

Mojang Priangan lebih dulu unggul melalui sundulan Kirani Hedda pada menit ke-24 memanfaatkan sepak pojok Ranna Dzakira Silva.

Goal Aksis terus menekan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-47 lewat gol pemain pengganti Syifa Ramadhani yang memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil sepak pojok Bilqis Fatima Azzahra.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Goal Aksis tampil lebih tenang dan menang 3-2 untuk mengamankan satu tempat di final.

Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, menilai ketenangan mental menjadi faktor utama kemenangan timnya.

“Saya selalu meminta pemain tetap tenang. Saat mental terjaga, kemampuan terbaik mereka akan keluar. Itu yang terjadi saat adu penalti,” ujarnya.

Di semifinal lainnya, Cipta Cendikia FA Bogor mengalahkan Arema FC Women dengan skor 2-1.

Dua gol Cipta Cendikia FA lahir pada babak pertama melalui Shilen Nailenka Khanza dan Ayla Dva Khala Ahima yang sama-sama berawal dari situasi bola mati.

Arema FC Women sempat memperkecil ketertinggalan melalui Fadilla pada awal babak kedua dan terus menekan hingga akhir pertandingan. Namun disiplin pertahanan Cipta Cendikia FA mampu mempertahankan keunggulan 2-1.

Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengatakan skema bola mati memang menjadi salah satu senjata utama timnya.

“Kalau dari open play belum bisa mencetak gol, kami harus punya kekuatan lain, salah satunya set piece. Syukur dua gol lahir dari situasi tersebut,” katanya.

Kiper sekaligus kapten Cipta Cendikia FA, Alliya Khairun Nissa, menegaskan timnya akan tampil lebih fokus saat menghadapi Goal Aksis di final, mengingat kedua tim sudah pernah bertemu pada fase grup.

Laga final U-15 antara Goal Aksis vs CCFA akan digelar lebih dahulu pada Minggu (12/7) pukul 09.00 WIB di Supersoccer Arena, Kudus. Sementara Final U-18 antara Akademi Persib Bandung kontra Putri Garut pada Minggu (12/7) pukul 14.00 WIB.

Ali Bustomi