WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Suasana tak biasa terjadi di Atrium Pasar Induk Wonosobo, Kamis (7/7/2026). Ya, di atrium pasar tradisional yang biasanya hanya ada lalu lalang pengunjung dan pedagang, hari ini terlihat lebih riuh dari hari-hari sebelumnya.
Ada apa? Tak hanya pedagang dan pembeli yang ada di dalam pasar terbesar di Wonosobo itu. Tapi ada serombongan warga belajar yang mengenakan toga dan jubah hitam.
Siapa dia? Mereka adalah para wisudawan dan wisudawati dari PKBM Prospek Wonosobo yang tengah mengikuti acara “Wisuda Peduli” di tempat yang tidak biasa, di tengah keramaian pasar tradisional.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Ahmad Faqih, Ketua Komisi D DPRD Suwondo Yudhistiro, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Musofa dan perwakilan UPT Pasar Induk setempat.
Direktur PKBM Prospek Wonosobo A Mukholis menyebut kegiatan tersebut dinamai “Wisuda Peduli” karena ada pembagian 100 paket harapan berupa alat tulis yang dibagi secara gratis untuk para pengunjung Pasar Induk.
“Kenapa Wisuda Peduli PKBM Prospek digelar di Pasar Induk, karena pasar induk merupakan denyut nadi kehidupan ekonomi warga. Para wisudawan bisa belajar kehidupan sesungguhnya dari warga pasar usai menyelesaikan proses pendidikan,” cetusnya.
Di luar itu, ujar pria bergelar doktor (S3) pendidikan luar sekolah itu, kehadiran para wisudawan dan keluarganya diharapkan bisa ikut meramaikan suasana pasar yang belakangan banyak dikeluhkan pedagang sepi pengunjung.
Dibeberkan Mukholis, pada wisuda tahun 2026 ini, pihaknya bisa meluluskan 282 wisudawan-wisudawati. Mereka berasal dari Paket A (setara SD/MI) 8 lulusan, Paket B (setara SMP/MTs) 61 lulusan dan Paket C (setara SMA/MA/SMK) 213 lulusan.
“Sejak wisuda angkatan pertama tahun 2007 hingga wisuda tahun 2026 ini, PKBM Prospek kini terhitung telah meluluskan 4.118 lulusan. Terdiri Paket A 122 orang, Paket B 1.307 orang dan Paket C 2.689 lulusan,” jelasnya.
Bantu Pemerintah

Kepala Disdikpora Wonosobo Musofa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para wisudawan-wisudawati yang telah sukses menyelesaikan program pendidikan kesetaraan.
“PKBM Prospek ini termasuk sukses dan luar biasa karena punya pengelola dengan SDM yang mumpuni. Mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
PKBM Prospek, sebut Musofa, juga telah berkontribusi banyak dan pembantu program pemerintah dalam ikut memutuskan mata rantai anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS) di daerahnya.
‘Karena dikelola oleh SDM yang bagus dan networking yang luas, maka lembaga pendidikan kesetaraan ini mengalami kemajuan yang luar biasa. Bisa mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat,” katanya.
Dia yakin, tanpa pengelolaan yang profesional dan SDM yang mumpuni mustahil PKBM Prospek Wonosobo akan berkembang hingga seperti saat ini. Lulusan lembaga pendidikan kesetaraan ini juga telah banyak berkontribusi di tengah-tengah masyarakat.
“Dulu anak usia sekolah yang tidak sekolah tidak bisa masuk program pendidikan kesetaraan. Tapi kini kebijakan tersebut telah dirubah. Siapapun yang tidak sekolah bisa masuk PKBM. Ini tentu menjadi peluang yang bagus bagi lembaga pendidikan kejar paket,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro lebih banyak memberikan motivasi dan dorongan agar wisudawan harus terus belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu.
“Bagi yang sudah lulus Paket A (setara SD/MI), bisa lanjut ke Paket B (setara SMP/MTs), yang lulus Paket C (setara SMA/MA/SMK) bisa melanjutkan ke perguruan tinggi (PT) atau kuliah,” pintanya.
Menurut Suwondo, alasan ekonomi tidak boleh dijadikan dalih untuk tidak menempuh pendidikan di jalur pendidikan formal dan non formal. Banyak orang sekolah tanpa didukung ekonomi keluarga yang kuat, tapi punya modal semangat tinggi, akhirnya berhasil.
“Saya sendiri, saat sekolah SMP hingga kuliah di PT, tidak punya modal ekonomi yang cukup. Tapi, dengan semangat tinggi dan kerja keras, bisa menyelesaikan kuliah hingga S2 dan kini bisa duduk sebagai wakil rakyat,” tandasnya.
Muharno Zarka













